Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas). Istimewa.
Generasi Muda Diajak Melestarikan dan Memajukan Budaya Indonesia
Arga Sumantri • 16 April 2026 15:52
Jakarta: Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menegaskan Indonesia memiliki kekayaan sejarah dan budaya yang harus dijaga serta dikembangkan, mulai dari tarian, musik, seni rupa, hingga seni pertunjukan.
Hal itu disampaikan saat menghadiri audiensi bertajuk Seni Budaya Kreatif sebagai Identitas Bangsa: Menjaga dan Menghidupkan Warisan Budaya Indonesia. Kegiatan ini menghadirkan berbagai pelaku seni dan budaya serta menjadi ruang dialog kebangsaan untuk memperkuat peran seni dalam pembangunan nasional.
"Kita memiliki kekayaan yang seharusnya kuat di dalam negeri dan bisa kita angkat ke dunia internasional," ujar Ibas dalam keterangannya, Rabu, 16 April 2026.
Lulusan Nanyang Technological University dan IPB University itu menekankan penguatan industri seni budaya kreatif tidak hanya penting sebagai identitas bangsa, tetapi juga sebagai peluang ekonomi nasional yang mampu mengisi industri hiburan, baik di dalam negeri maupun global.
Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR tersebut mengajak generasi muda untuk tidak hanya mengagumi budaya luar, tetapi juga mencintai dan mengembangkan budaya Indonesia melalui pendekatan inovatif yang relevan di era digital.
"Kita harus mengajarkan generasi muda untuk tidak hanya mempertahankan budaya, tetapi juga mengembangkan dan memajukannya. Kita tidak hanya ingin melestarikan, tetapi juga meningkatkan manfaat budaya kita," ujarnya.
Baca Juga :
Lebaran Betawi Jadi Ajang Pelestarian Budaya
"Teknologi ini bisa menjadi peluang besar, tetapi juga ancaman jika tidak dikelola dengan bijak," ungkapnya.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara budaya tradisional dan modern dengan inovasi teknologi agar tetap relevan di pasar global.
Membentuk ekosistem seni budaya berkelanjutan
Ibas juga menyoroti tantangan yang dihadapi pelaku seni, mulai dari keterbatasan akses pasar hingga rendahnya apresiasi ekonomi terhadap karya.Menurutnya, sektor seni budaya tidak hanya berkaitan dengan ekspresi artistik, tetapi juga berperan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Pekerja seni harus mendapatkan perlindungan hak kekayaan intelektual dan kebijakan yang berpihak, agar mereka dapat berkarya tanpa khawatir," kata Ibas.
Ia mengusulkan sejumlah langkah strategis untuk memperkuat ekosistem seni dan budaya, antara lain promosi lintas negara serta penguatan peran BUMN di sektor pariwisata dan kebudayaan.
Selain itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia seperti kurator dan pemandu wisata dinilai penting untuk memperkaya pengalaman wisatawan dan pengunjung museum.
Ibas juga mendorong optimalisasi digitalisasi koleksi museum, pengembangan fitur interaktif berbasis teknologi seperti AI dan video mapping, serta penguatan platform digital yang mengintegrasikan museum di seluruh Indonesia.
"Museum harus menjadi ruang yang hidup, bukan sekadar tempat statis. Teknologi memungkinkan pengalaman yang lebih menarik dan edukatif," ujarnya.