Inovasi Material Jadi Penopang Daya Saing Industri Keramik

Ilustrasi. Foto: Magnific.

Inovasi Material Jadi Penopang Daya Saing Industri Keramik

Ade Hapsari Lestarini • 8 July 2026 18:08

Jakarta: Industri keramik Indonesia terus menunjukkan tren positif di tengah berbagai tantangan. Saat produksi keramik global disebut mengalami penurunan sekitar 30 persen, utilisasi pabrik keramik nasional justru meningkat dari sekitar 60 persen pada 2024 menjadi 73 persen pada 2025. Angka tersebut diproyeksikan kembali naik menjadi 75 persen pada 2026.

Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI) Edy Suyanto mengatakan capaian tersebut menunjukkan industri keramik nasional mampu bertahan di tengah tekanan biaya gas, melemahnya daya beli masyarakat, dan persaingan produk impor.

"Saya optimistis industri keramik Indonesia pada 2026 akan come back stronger, sekaligus embracing more elegant, tidak hanya tumbuh dari sisi kinerja, tetapi juga semakin unggul dalam kualitas, desain, dan inovasi," ujar Edy dalam keterangan tertulis, Rabu, 8 Juli 2026.

Menurut Edy, kualitas produk terbaru Titanium Lamina menjadi salah satu contoh peningkatan daya saing industri keramik nasional. Ia menilai produk tersebut telah menghadirkan standar premium dengan desain modern yang mampu bersaing dengan produk asal Eropa.

"Hal ini sekaligus menjadi bukti kemajuan industri keramik nasional dalam menghadirkan inovasi bernilai tinggi. Saya mengucapkan selamat kepada Titanium atas peluncuran produk barunya. Ini menjadi kebanggaan bagi industri keramik nasional," kata dia.


 

 

Titanium Lamina Kenalkan Bio Luminance


Dalam ajang IndoBuildTech Expo 2026, Titanium Lamina memperkenalkan inovasi Bio Luminance melalui Lumen Series. Teknologi tersebut menghadirkan efek cahaya pada urat permukaan sintered stone dan mengantarkan Titanium Lamina meraih penghargaan MURI untuk kategori "Batu Sinter Pertama dengan Bio Luminesensi (Efek Bercahaya dalam Gelap)."

Pencapaian tersebut menandai perkembangan baru dalam eksplorasi material interior. Permukaan material tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetika dan penunjang performa ruang, tetapi juga mampu berinteraksi dengan pencahayaan untuk menciptakan pengalaman visual yang berbeda.

Titanium Lamina merupakan lini premium sintered stone milik PT Surya Multi Cemerlang yang berada di bawah Platinum Ceramics Group. Perusahaan tersebut telah berkecimpung lebih dari lima dekade di industri material permukaan.

CEO Platinum Ceramics Group Liem May Tjoe mengatakan kebutuhan terhadap material interior kini tidak hanya ditentukan oleh kekuatan dan tampilannya, tetapi juga pengalaman yang dihadirkan bagi pengguna.

"Kami melihat material interior kini tidak hanya dinilai dari kekuatan dan tampilannya, tetapi juga dari pengalaman yang dapat diciptakan di dalam ruang. Melalui Bio Luminance, kami ingin mengeksplorasi bagaimana cahaya dan material dapat berinteraksi untuk memberikan pengalaman visual yang berbeda," ujar Liem.

Lumen Series menghadirkan dua pendekatan, yakni Artisan Translucence dan Bio Luminance. Artisan Translucence mengeksplorasi karakter visual batu mineral transparan seperti onyx melalui permainan kedalaman dan pencahayaan. Sementara Bio Luminance menghadirkan efek cahaya pada urat permukaan material.

Melalui pengembangan Lumen Series dan Bio Luminance, Titanium Lamina menggabungkan performa material, estetika, teknologi, dan pengalaman ruang dalam satu pendekatan inovatif.

(Ade Hapsari Lestarini)