Presiden Kolombia Siap ‘Angkat Senjata' Hadapi Ancaman Trump

Presiden Kolombia Gustavo Petro. Foto: Anadolu

Presiden Kolombia Siap ‘Angkat Senjata' Hadapi Ancaman Trump

Fajar Nugraha • 6 January 2026 18:08

Bogota: Presiden Kolombia Gustavo Petro mengatakan bahwa ia siap untuk "mengangkat senjata” menghadapi ancaman dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang pada akhir pekan lalu menangkap pemimpin negara tetangga Venezuela dalam serangan militer.

Petro, mantan gerilyawan yang selama berbulan-bulan menjadi sasaran hinaan dan ancaman dari Trump, mengatakan pada X: "Saya bersumpah untuk tidak menyentuh senjata lagi tetapi untuk Tanah Air saya akan mengangkat senjata lagi."

Baca Juga :

Usai Venezuela, Trump Buka Opsi Operasi Militer ke Kolombia

Seperti dilansir dari Channel News Asia, Selasa 6 Januari 2026, Trump mengatakan pada akhir pekan bahwa Petro harus "hati-hati" dan menggambarkan pemimpin sayap kiri pertama Kolombia itu sebagai "orang sakit yang suka membuat kokain dan menjualnya ke Amerika Serikat".

Petro, yang kelompok gerilya perkotaannya M-19 dilucuti senjatanya berdasarkan perjanjian damai tahun 1989, telah saling melontarkan sindiran dengan Trump sejak kembalinya Republikan itu ke Gedung Putih pada Januari.

Petro telah menjadi kritikus vokal terhadap pengerahan militer AS di Karibia, yang dimulai dengan peledakan kapal-kapal yang diduga mengangkut narkoba, sebelum meluas ke penyitaan kapal tanker minyak Venezuela, kemudian penggerebekan pada Sabtu di Caracas untuk menangkap Presiden Nicolas Maduro.

Trump menuduh pemimpin Kolombia itu, tanpa memberikan bukti, terlibat dalam perdagangan narkoba dan menjatuhkan sanksi keuangan kepadanya dan keluarganya.

Washington juga menghapus Kolombia dari daftar negara yang disertifikasi sebagai sekutu dalam perang AS melawan narkoba.

Dalam pesan panjang di X, Petro menegaskan bahwa kebijakan anti-narkobanya cukup kuat, tetapi menekankan bahwa ada batasan seberapa agresif militer dapat bertindak.

"Jika Anda mengebom bahkan salah satu kelompok ini tanpa intelijen yang cukup, Anda akan membunuh banyak anak-anak. Jika Anda membom petani, ribuan orang akan berubah menjadi gerilyawan di pegunungan. Dan jika Anda menahan presiden, yang dicintai dan dihormati oleh sebagian besar rakyat saya, Anda akan melepaskan jaguar rakyat," tulis Petro.

Pemerintahan Trump dekat dengan oposisi sayap kanan di Kolombia, yang memiliki harapan besar untuk memenangkan pemilihan legislatif dan presiden tahun ini.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)