Wapres Tinjau Tol Semarang-Demak, Perkuat Pengendalian Rob Pantura

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka (tengah). Foto: Biro Pers, Media, dan Informasi (BPMI) Sekretariat Wakil Presiden.

Wapres Tinjau Tol Semarang-Demak, Perkuat Pengendalian Rob Pantura

Fachri Audhia Hafiez • 15 February 2026 16:14

Jakarta: Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka meninjau progres pembangunan Jalan Tol Semarang–Demak Seksi I di Semarang, Jawa Tengah, Minggu, 15 Februari 2026. Proyek yang menghubungkan Kaligawe hingga Sayung ini dirancang khusus sebagai infrastruktur multifungsi, yakni sebagai jalur konektivitas sekaligus tanggul laut (Giant Sea Wall) untuk mengatasi krisis banjir rob di kawasan Pantai Utara (Pantura).

“Beliau berharap bahwa kecepatan pelaksanaan pekerjaan itu bisa dilaksanakan agar jalan tol yang kita rencanakan pertengahan 2027 bisa berhubung,” tutur Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Tengah–DI Yogyakarta, M. Iqbal Tamher, usai mendampingi Wapres, dilansir Antara, Minggu, 15 Februari 2026.
 


Langkah ini selaras dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam mengakselerasi Proyek Strategis Nasional (PSN). Wapres menekankan bahwa integrasi jalan tol dengan Kolam Retensi Terboyo harus berjalan sesuai garis waktu agar dampak lingkungannya segera dirasakan masyarakat. 

Selain fungsi pengendalian banjir, Gibran meminta pemerintah daerah mengoptimalkan kolam retensi. Karena difungsiian sebagai sumber air baku bagi warga sekitar.

“Beliau menitikberatkan sebenarnya pengendalian rob di Pantura, Pantai Utara Jawa ya. Jadi catatan beliau seperti di Pekalongan, Demak, dan daerah tadi masukan dari Pak Gubernur juga untuk diperhatikan di wilayah Pati. Jadi memang konteks yang beliau kemari itu memang melihat bahwa memang kondisi Pantura ini perlu harus segera ditahan,” ujar Iqbal.


Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka (tengah). Foto: Biro Pers, Media, dan Informasi (BPMI) Sekretariat Wakil Presiden.

Kunjungan ini mempertegas pendekatan pemerintah yang mengintegrasikan pembangunan ekonomi dengan perlindungan pesisir. Kehadiran infrastruktur ini diharapkan tidak hanya memperlancar mobilitas logistik, tetapi juga menjadi benteng jangka panjang bagi warga Pantura dari ancaman kenaikan permukaan air laut.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)