Harga Emas dalam Tren Menurun, Investor Harus Apa?

Ilustrasi. Foto: Freepik.

Harga Emas dalam Tren Menurun, Investor Harus Apa?

Eko Nordiansyah • 28 October 2025 11:35

Jakarta: Harga emas dunia (XAU/USD) kembali melemah tajam pada perdagangan Selasa pagi, 28 Oktober 2025, menembus di bawah level psikologis USD4.000 untuk pertama kalinya sejak pertengahan Oktober. Logam mulia ini sempat menyentuh titik terendah harian di USD3.971 akibat meningkatnya selera risiko pasar global setelah mencairnya tensi antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok terkait perang dagang.

Meredanya ketegangan geopolitik tersebut membuat investor beralih ke aset berisiko seperti saham dan mata uang berimbal hasil tinggi, sehingga menekan permintaan terhadap aset safe haven seperti emas. Perkembangan positif dari hubungan dagang AS–Tiongkok menjadi faktor utama yang menekan harga emas pagi ini.

Menurut Analis Dupoin Futures Indonesia, Andy Nugraha, berdasarkan kombinasi candlestick dan indikator Moving Average, tren bearish pada XAU/USD masih menunjukkan penguatan yang cukup signifikan. Dalam jangka pendek, harga emas akan terus bergerak di bawah tekanan.

“Jika momentum bearish berlanjut, harga berpotensi turun hingga ke area USD3.950 sebagai level support berikutnya. Namun, apabila tekanan jual mulai mereda dan terjadi rebound teknikal, potensi koreksi terdekat berada di sekitar USD4.059. Level ini menjadi area kunci yang perlu diperhatikan trader intraday,” kata dia dalam risetnya.

Sementara itu, dari sisi fundamental, pelaku pasar kini menantikan keputusan Federal Reserve (The Fed) yang dijadwalkan pada Rabu, 29 Oktober waktu setempat. Ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin mencapai hampir 97 persen, menurut data CME FedWatch Tool.

“Suku bunga yang lebih rendah biasanya mendukung harga emas karena mengurangi biaya peluang dalam memegang aset tanpa imbal hasil seperti logam mulia. Jika The Fed benar-benar memangkas suku bunga, hal ini bisa membatasi pelemahan emas dalam jangka pendek,” ujar Andy.



(Ilustrasi. Foto: Dok Unplash)

Perundingan dagang AS-Tiongkok

Selain keputusan The Fed, perhatian investor juga tertuju pada pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping yang dijadwalkan berlangsung di Korea Selatan pada Kamis, 30 Oktober 2025, di sela-sela KTT Asia. Pertemuan tersebut diyakini menjadi momen penting dalam menentukan arah hubungan perdagangan kedua negara.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent bahkan menyebut bahwa kesepakatan dagang yang baru akan menghapus ancaman tarif 100 persen terhadap impor Tiongkok yang sebelumnya direncanakan berlaku mulai 1 November.

Meski sentimen global mulai positif, kondisi pasar emas tetap rentan terhadap fluktuasi. Indeks Dolar AS (DXY) sempat turun tipis 0,07 persen ke level 98,84, sementara imbal hasil obligasi Treasury AS 10-tahun turun satu basis poin ke 3,997 persen. Penurunan imbal hasil riil AS yang berkorelasi negatif dengan harga emas turut memberikan sedikit dukungan bagi harga logam kuning tersebut.

Secara keseluruhan, Andy menilai tren bearish emas masih dominan, meskipun peluang koreksi teknikal tetap terbuka menjelang keputusan kebijakan The Fed. Dalam kondisi seperti ini, investor disarankan untuk tetap berhati-hati dan menunggu konfirmasi sinyal reversal sebelum mengambil posisi beli.

“Selama emas masih bergerak di bawah area USD4.000, tekanan turun masih lebih kuat dibandingkan peluang rebound,” ungkap dia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)