Tangkapan layar video rekaman CCTV terkait dugaan percobaan penculikan di Desa Sambirata, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, yang viral di media sosial dinyatakan oleh Polresta Banyumas tidak benar dan merupakan kesalahpahaman. ANTARA/HO
Polisi Pastikan Video Viral Dugaan Penculikan Anak di Banyumas Kesalahpahaman
Whisnu Mardiansyah • 30 October 2026 12:35
Banyumas: Polresta Banyumas memastikan video rekaman kamera pengawas atau CCTV yang beredar di media sosial dan dikaitkan dengan dugaan percobaan penculikan anak di Desa Sambirata, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, merupakan kesalahpahaman. Kepastian tersebut diperoleh setelah polisi meminta keterangan sejumlah saksi, orang tua anak, serta perempuan yang terekam dalam video.
Kapolresta Banyumas Kombes Dhovan Oktavianton menyampaikan hasil klarifikasi tersebut di Purwokerto, Jumat, 30 Oktober 2026. Penyelidikan dilakukan untuk memastikan peristiwa yang terjadi di Grumbul Karanggondang, Desa Sambirata, Kecamatan Cilongok.
"Setelah dilakukan klarifikasi terhadap para pihak, informasi mengenai dugaan percobaan penculikan tersebut tidak benar dan merupakan kesalahpahaman," kata Dhovan seperti dilansir Antara.
Dhovan menjelaskan, penyelidikan dilakukan personel Polsek Cilongok pada Kamis, 29 Oktober 2026, mulai pukul 17.00 hingga 21.40 WIB. Langkah tersebut dilakukan setelah video CCTV dengan narasi dugaan penculikan anak menyebar di media sosial.
Berdasarkan keterangan saksi dan orang tua anak, peristiwa bermula sekitar pukul 11.00 WIB ketika seorang siswi kelas V berinisial ASR, 11, berjalan pulang dari sekolah.
Dalam perjalanan, seorang perempuan yang mengendarai sepeda motor menghampiri ASR dan menawarkan tumpangan untuk mengantarkannya pulang. Namun, anak tersebut menolak tawaran itu karena tidak mengenal perempuan tersebut.
Setelah sampai di depan rumah seorang warga, ASR meminta pertolongan sambil menangis. Warga yang melihat kejadian itu kemudian menghubungi orang tua ASR agar menjemput anak tersebut.
Polisi selanjutnya menelusuri identitas perempuan yang terekam dalam CCTV dengan mengumpulkan keterangan saksi dan mencocokkan ciri-ciri kendaraan. Hasil penelusuran mengarah kepada perempuan berinisial NL alias L, warga Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok.
Saat dimintai keterangan, NL membenarkan dirinya merupakan perempuan yang terlihat dalam rekaman CCTV tersebut.
“Yang bersangkutan mengaku menawarkan tumpangan karena merasa kasihan melihat anak perempuan berjalan sendirian sepulang sekolah,” katanya.

Ilustrasi. Foto: Freepik.com.
NL, menurut Dhovan, mengaku langsung melanjutkan perjalanan menuju kawasan Tlaga Kumpe setelah tawarannya ditolak. Perempuan tersebut juga membantah memiliki niat membawa atau menculik ASR.
NL turut menyampaikan permohonan maaf kepada petugas dan masyarakat karena tindakannya menjadi viral dengan narasi negatif. Keluarga ASR juga telah meminta maaf secara langsung kepada NL atas informasi yang telanjur beredar dan memicu kesalahpahaman.
Kapolresta Banyumas mengapresiasi langkah cepat personel kepolisian dalam menindaklanjuti informasi yang beredar dan berpotensi menimbulkan keresahan masyarakat. Ia menegaskan setiap laporan mengenai keselamatan anak maupun dugaan tindak pidana harus ditangani secara cepat dan cermat melalui pemeriksaan fakta di lapangan.
Dhovan juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terkonfirmasi. Warga diminta tidak terburu-buru menyebarkan rekaman video atau kabar dengan narasi yang belum dipastikan kebenarannya.
"Apabila menemukan kejadian yang mencurigakan, masyarakat diharapkan segera melapor kepada pihak kepolisian agar dapat ditindaklanjuti. Mari bersama-sama menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif serta bijak dalam menggunakan media sosial," kata Kombes Dhovan.