Kalah Pemilu, Flavio Bolsonaro Tinggalkan Brasil Menuju Amerika Serikat

Flavio Bolsonaro meninggalkan Brasil menuju ke Amerika Serikat. Foto: Anadolu

Kalah Pemilu, Flavio Bolsonaro Tinggalkan Brasil Menuju Amerika Serikat

Fajar Nugraha • 28 October 2026 08:20

Washington: Seorang pejabat Amerika Serikat (AS) menyatakan bahwa Amerika Serikat berencana untuk menerbitkan visa bagi kandidat Presiden Brasil yang kalah pemilu, Flavio Bolsonaro.

Sebelumnya, kepolisian Brasil telah memintanya untuk menyerahkan paspor miliknya karena keterkaitannya dengan sebuah penyelidikan.

“Flavio Bolsonaro bertolak ke Amerika Serikat pada Selasa 27 Oktober 2026,” menurut tiga pejabat AS, seperti dikutip dari The New York Times, Rabu 28 Oktober 2026.

Kepergiannya terjadi sehari setelah kepolisian Brasil memintanya menyerahkan paspor karena ia sedang diselidiki dalam kasus pencucian uang.

Seorang pejabat senior Kementerian Luar Negeri AS mengatakan bahwa departemen tersebut berencana menerbitkan visa bagi Bolsonaro dan keluarganya agar mereka dapat memasuki Amerika Serikat. Para pejabat tersebut berbicara dengan syarat anonimitas karena membahas masalah diplomatik yang sensitif.

Bantuan pemerintah AS kepada Bolsonaro dapat meningkatkan ketegangan antara pemerintahan Trump dan Presiden Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva, yang sebelumnya menuduh Trump mencampuri urusan dalam negeri negaranya.

Menurut dokumen pengadilan yang ditinjau oleh The New York Times, Bolsonaro sedang diselidiki terkait hubungannya dengan seorang pengacara Brasil yang dituduh melakukan pencucian uang senilai lebih dari USD1 miliar melalui skema yang melibatkan perjudian daring dan perdagangan.

Secara terpisah, ia juga menjadi subjek penyelidikan terkait dana jutaan dolar yang ia peroleh dari seorang bankir yang terlibat dalam skandal korupsi besar.

Dana tersebut digunakan untuk membiayai film biopik tentang ayahnya, Jair Bolsonaro. Jair Bolsonaro sendiri pernah dinyatakan bersalah karena berupaya melakukan kudeta setelah kalah dalam pemilihan presiden tahun 2022 melawan Lula.

Lula juga memenangkan putaran kedua pemilihan presiden melawan Flavio Bolsonaro pada Minggu. Kemenangan Lula merupakan kebangkitan yang mengejutkan setelah ia menempati posisi kedua pada putaran pertama pemungutan suara.

Kemenangannya menghentikan tren kemenangan kelompok sayap kanan dalam tujuh pemilihan presiden di Amerika Latin, sekaligus menjadi pukulan bagi Trump, yang kerap berselisih dengan pemimpin Brasil tersebut.

Flavio Bolsonaro, yang hingga kini belum didakwa melakukan tindak pidana, telah membantah melakukan kesalahan dan menyebut penyelidikan tersebut sebagai bentuk persekusi politik.

Begitu masa jabatan Bolsonaro sebagai senator berakhir pada Februari 2027, ia akan kehilangan imunitas parlementernya karena ia tidak terpilih sebagai presiden, dan ia dapat dituntut sehubungan dengan penyelidikan-penyelidikan tersebut.

(Fajar Nugraha)