15 Istilah dalam Lomba Lari, dari COT hingga Pacer

Foto: Medcom (Dok. Istimewa)

15 Istilah dalam Lomba Lari, dari COT hingga Pacer

Putri Purnama Sari • 25 October 2026 19:58

Jakarta: Marathon menjadi salah satu ajang olahraga lari yang diminati masyarakat. Dalam perlombaan ini, terdapat sejumlah istilah yang sering digunakan oleh pelari maupun penyelenggara, mulai dari cut-off time (COT), pace, personal best (PB), hingga did not finish (DNF).

Istilah-istilah tersebut penting diketahui, terutama bagi pelari pemula yang ingin mengikuti lomba lari 5K, 10K, half marathon, maupun full marathon. Dengan memahami istilah dalam marathon, peserta dapat mengetahui aturan perlombaan, target waktu, hingga hasil yang tercatat setelah mencapai garis finis.

15 Istilah dalam Lomba Lari

Berikut daftar istilah dalam lomba lari beserta artinya.

1. Cut-Off Time (COT)

Cut-off time atau COT adalah batas waktu maksimal yang ditetapkan penyelenggara untuk menyelesaikan perlombaan. Peserta yang melewati batas waktu atau tidak mencapai titik pemeriksaan sesuai ketentuan dapat diminta menghentikan lomba.

Batas COT bisa berbeda untuk setiap kategori dan penyelenggara. Karena itu, pelari perlu memeriksa aturan lomba sebelum mengikuti perlombaan.

2. Pace

Pace adalah waktu yang dibutuhkan pelari untuk menempuh jarak satu kilometer. Istilah ini biasanya dinyatakan dalam menit per kilometer.

Contohnya, pace 6:00 berarti pelari membutuhkan waktu enam menit untuk menempuh satu kilometer. Pace digunakan untuk mengatur kecepatan dan memperkirakan waktu finis. 3. Personal Best (PB) atau Personal Record (PR)

Personal best (PB) atau personal record (PR) merupakan catatan waktu terbaik yang pernah diraih seorang pelari pada jarak tertentu.

Misalnya, seorang pelari menyelesaikan half marathon dalam waktu 1 jam 50 menit dan berhasil memperbaiki catatan sebelumnya. Pelari tersebut dapat menyebut hasil itu sebagai PB baru.

4. Gun Time

Gun time adalah waktu perlombaan yang dihitung sejak tanda start dibunyikan hingga pelari melewati garis finis.

Pada perlombaan dengan banyak peserta, gun time bisa lebih lama daripada waktu tempuh aktual pelari karena peserta yang berada di belakang garis start membutuhkan waktu untuk mulai berlari.

5. Chip Time


Ilustrasi freepik

Chip time adalah waktu yang dihitung berdasarkan sistem pencatat waktu elektronik, umumnya sejak peserta melewati titik start hingga mencapai finis.

Chip time sering disebut sebagai waktu tempuh bersih atau net time. Perbedaan antara gun time dan chip time terutama terlihat pada perlombaan dengan peserta dalam jumlah besar.

6. Did Not Finish (DNF)

Did not finish (DNF) adalah status bagi peserta yang memulai perlombaan, tetapi tidak menyelesaikannya. Status ini dapat terjadi karena berbagai alasan, seperti cedera, kelelahan, kondisi kesehatan, atau keputusan peserta untuk berhenti sebelum finis.

7. Did Not Start (DNS)

Did not start (DNS) merupakan status bagi peserta yang sudah terdaftar dalam perlombaan, tetapi tidak memulai lomba. Penyebabnya dapat beragam, misalnya kondisi kesehatan, kendala pribadi, atau tidak hadir di garis start.

8. Disqualified (DSQ)

Disqualified (DSQ) berarti peserta didiskualifikasi karena melanggar aturan perlombaan. Pelanggaran yang dapat berujung pada diskualifikasi bergantung pada regulasi penyelenggara. Karena itu, peserta perlu memahami ketentuan lomba, termasuk rute resmi dan aturan penggunaan nomor dada. 9. Full Marathon dan Half Marathon

Full marathon adalah kategori lari dengan jarak resmi 42,195 kilometer. Sementara itu, half marathon memiliki jarak 21,0975 kilometer atau sekitar 21,1 kilometer.

Selain kedua kategori tersebut, banyak penyelenggara juga menawarkan lomba 5K dan 10K yang dapat menjadi pilihan bagi pelari pemula.

10. Pacer

Pacer adalah pelari yang bertugas menjaga kecepatan tertentu untuk membantu peserta mencapai target waktu.

Sebagai contoh, pacer dengan target finis dua jam pada kategori half marathon akan berusaha menjaga kecepatan agar kelompok yang mengikutinya dapat mencapai garis finis mendekati target tersebut.

11. Negative Split dan Positive Split


Ilustrasi freepik

Negative split adalah strategi berlari dengan menempuh paruh kedua perlombaan lebih cepat daripada paruh pertama. Sebaliknya, positive split terjadi ketika pelari menempuh paruh kedua dengan waktu lebih lambat daripada paruh pertama. Kedua istilah ini digunakan untuk menggambarkan pembagian waktu selama perlombaan.

12. Tapering

Tapering adalah pengurangan volume latihan menjelang perlombaan agar tubuh memiliki waktu untuk memulihkan diri dan mempersiapkan diri menghadapi hari lomba.

Tapering bukan berarti berhenti berlatih sepenuhnya. Pelari biasanya menyesuaikan durasi dan intensitas latihan sesuai program yang dijalani.

13. Fueling dan Hydration

Fueling adalah strategi memenuhi kebutuhan energi selama berlari, misalnya melalui gel energi atau makanan yang sesuai dengan kebutuhan pelari.

Sementara itu, hydration adalah upaya menjaga kecukupan cairan selama latihan dan perlombaan. Keduanya perlu direncanakan sesuai durasi lari, kondisi cuaca, dan kebutuhan tubuh masing-masing. 14. Water Station dan Aid Station

Water station merupakan titik di sepanjang rute yang menyediakan air minum bagi peserta. Adapun aid station adalah pos bantuan yang dapat menyediakan air, minuman elektrolit, makanan, atau pertolongan lain sesuai fasilitas yang disiapkan penyelenggara.

15. Bib Number dan Start Corral

Bib number adalah nomor identitas peserta yang biasanya dikenakan di bagian depan tubuh selama perlombaan. Sementara itu, start corral merupakan area atau kelompok start yang digunakan untuk mengatur posisi peserta. Pengelompokan ini dapat didasarkan pada perkiraan kecepatan atau target waktu finis agar pelaksanaan lomba lebih tertib.

(Putri Purnama Sari)