Serangan yang diarahkan Pemberontak Houthi picu asap hitam di lokasi pemukimam. Foto: Anadolu
Yaman Tuduh Houthi Serang Kamp Pengungsi dengan Tiga Rudal Balistik
Muhammad Reyhansyah • 26 October 2026 14:53
Aden: Kementerian Informasi Yaman menuduh kelompok Houthi menargetkan sebuah kamp pengungsi internal di sebelah barat Aden menggunakan tiga rudal balistik pada Minggu, 25 Oktober 2026.
Pemerintah Yaman belum memberikan perincian mengenai kemungkinan korban maupun kerusakan akibat serangan tersebut.
Kementerian tersebut mengidentifikasi lokasi yang menjadi sasaran sebagai kamp pengungsi di Ras Imran, wilayah sebelah barat Aden yang menjadi ibu kota sementara Yaman.
Sebelumnya, sumber-sumber setempat mengatakan kepada Anadolu bahwa sebuah rudal balistik yang mereka kaitkan dengan Houthi meledak di dekat kamp militer pemerintah di bagian barat Aden.
“Rudal tersebut dilaporkan jatuh di area berpasir tak berpenghuni di belakang sebuah pabrik besi di Bir Ahmed, Distrik Al-Buraiqa. Insiden itu tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan,” kata sumber-sumber tersebut, dikutip dari Anadolu, Senin, 26 Oktober 2026.
Fasilitas Militer dan Infrastruktur Diserang
Laporan terbaru itu muncul sehari setelah Kementerian Dalam Negeri Yaman menuduh Houthi menembakkan tiga rudal balistik ke dua fasilitas penjaga pantai di Aden.Kelompok Houthi mengakui telah menyerang dua lokasi militer di kota tersebut.
Tiga ledakan kuat terdengar di berbagai wilayah Aden pada Sabtu sore. Namun, belum ada angka resmi mengenai korban maupun kerusakan yang diumumkan.
Kementerian Informasi Yaman juga menuduh Houthi menargetkan Bandara Internasional Aden dan pelabuhan di kawasan Al-Tawahi pada Sabtu.
Menteri Transportasi Yaman Mohsen Ali Haidara mengatakan bandara tersebut telah menjadi sasaran serangan Houthi untuk keempat kalinya secara berturut-turut.
Kementerian Dalam Negeri Yaman menyatakan serangkaian serangan itu menyusul serangan rudal dan pesawat nirawak yang berulang terhadap infrastruktur sipil dan fasilitas vital di Aden, termasuk bandara.
Konflik Yaman Kembali Memanas
Yaman telah dilanda konflik sejak kelompok Houthi merebut ibu kota Sanaa dan sejumlah provinsi pada 2014. Pada 2015, koalisi pimpinan Arab Saudi melakukan intervensi militer untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.Houthi saat ini menguasai sebagian besar wilayah utara dan barat Yaman, termasuk Sanaa. Sementara itu, pemerintah yang diakui secara internasional bersama pasukan sekutunya masih menguasai Aden dan wilayah luas di bagian selatan serta timur negara tersebut.
Pertempuran terbaru kembali menggeser garis depan, terutama di sepanjang pesisir Laut Merah. Kendali atas sejumlah wilayah masih diperebutkan oleh pihak-pihak yang bertikai.