Pulau Belitung Diguyur Hujan Setelah 69 Hari Tanpa Hujan, Ini Penjelasan BMKG

Ilustrasi: Freepik

Pulau Belitung Diguyur Hujan Setelah 69 Hari Tanpa Hujan, Ini Penjelasan BMKG

Lukman Diah Sari • 27 September 2026 14:31

Tanjungpandan: Wilayah Pulau Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, akhirnya kembali diguyur hujan dengan intensitas ringan. Turunnya hujan ini menjadi angin segar bagi masyarakat setempat setelah melewati fase kemarau panjang tanpa presipitasi selama 69 hari terakhir.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II H. AS Hanandjoeddin Tanjungpandan Salsa menjelaskan, hujan ringan ini terpantau mulai turun sejak Sabtu, 26 September 2026, menyusul adanya dinamika atmosfer yang signifikan di wilayah perairan tersebut.

"Berdasarkan hasil analisis kondisi atmosfer pada hari ini, wilayah Pulau Belitung diprakirakan mengalami hujan dengan intensitas ringan," kata Salsa di Tanjungpandan, Minggu, 27 September 2026, melansir Antara.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut didukung oleh adanya pola konvergensi angin di sekitar wilayah Belitung yang menyebabkan perlambatan kecepatan angin serta meningkatkan penumpukan massa udara. Penumpukan massa udara akibat konvergensi angin tersebut sangat mendukung proses pembentukan serta pertumbuhan awan-awan konvektif yang berpotensi menghasilkan curah hujan. Hal ini pun terkonfirmasi langsung melalui pantauan visual citra satelit.

"Berdasarkan pantauan Citra Satelit Himawari-9 IR Enhanced pada pukul 12.20 WIB, terpantau adanya pertumbuhan awan konvektif di bagian utara Pulau Belitung," ujarnya.

Kondisi kawasan Bundaran Satam pusat Kota Tanjungpandan diselimuti kabut asap kiriman dari Kalimantan, di Tanjungpandan, Minggu (27/9/2026). ANTARA/Apriliansyah

Ia menambahkan, awan tersebut kemudian berkembang dan meluas ke sejumlah wilayah di Pulau Belitung, sehingga menyebabkan terjadinya hujan, terutama di wilayah Kabupaten Belitung. Meski wilayah Belitung perlahan mulai diguyur hujan, BMKG tetap mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi perubahan cuaca yang dapat terjadi secara tiba-tiba di masa peralihan (pancaroba).

"Kemudian, kami mengimbau masyarakat tetap bijak dalam memanfaatkan ketersediaan air bersih di tengah masa transisi musim ini," pesan Salsa.

(Lukman Diah Sari)