Bantah Klaim Trump, Iran Tegaskan Tak Ada Negosiasi dengan AS dalam Waktu Dekat

Ilustrasi Anadolu

Bantah Klaim Trump, Iran Tegaskan Tak Ada Negosiasi dengan AS dalam Waktu Dekat

Muhammad Reyhansyah • 28 September 2026 23:29

Teheran: Iran menegaskan delegasinya yang menghadiri Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-81 di New York, Amerika Serikat (AS) tidak memiliki rencana untuk melakukan negosiasi dengan Washington.

Pernyataan tersebut disampaikan kantor berita resmi Iran, IRNA, Senin, 28 September 2026, setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan dirinya berharap perundingan dengan Teheran kembali berlangsung dalam waktu dekat.

“Delegasi Iran di New York tidak memiliki rencana untuk melakukan negosiasi dengan Amerika Serikat,” sebut laporan IRNA, mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya dan dekat dengan delegasi Iran.

Sebelumnya, Trump mengatakan kepada situs berita AS Axios pada Minggu bahwa dirinya memperkirakan pembicaraan dengan Iran akan segera dilanjutkan. 

Pernyataan tersebut disampaikan sehari setelah Trump menolak proposal Teheran untuk membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu tujuh hari.

“Pandangan dan posisi Iran telah disampaikan dengan jelas dan tegas kepada pihak AS, melalui mediator Qatar,” lanjut laporan IRNA, dikutip dari Channel News Asia.

IRNA menambahkan delegasi Iran dijadwalkan kembali ke Teheran pada Selasa.

Tujuh Tuntutan Iran

Iran mengatakan telah menyampaikan tujuh syarat untuk mengakhiri perang dan membuka kembali Selat Hormuz, jalur strategis yang sebelum perang dilalui sekitar 20 persen aliran minyak dan gas dunia.

Selat tersebut menjadi salah satu pusat konflik yang bermula setelah serangan AS dan Israel terhadap Iran pada Februari.

Setelah serangan tersebut, Teheran memperketat akses di jalur perairan tersebut, sementara Washington merespons dengan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Menurut Axios, pembicaraan tidak langsung yang dimediasi Qatar dapat berlangsung paling cepat pada Senin. Rencana tersebut muncul kurang dari sepekan setelah pembicaraan serupa antara utusan AS Steve Witkoff dan Jared Kushner dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.

Iran menuntut gencatan senjata selama tujuh hari di seluruh kawasan Timur Tengah, termasuk Lebanon, tempat kelompok yang menjadi sekutunya, Hizbullah, secara berkala menjadi sasaran serangan Israel.

Teheran juga menuntut pencairan aset-aset luar negeri Iran, pencabutan sanksi terhadap sektor minyaknya, serta penghentian blokade laut AS.

Trump menolak tuntutan tersebut pada Sabtu.

Namun, intensitas pertempuran kembali menurun setelah AS tidak melakukan serangan terhadap Iran sejak 1 September. Meski demikian, sejumlah kapal masih secara berkala menjadi sasaran serangan di Selat Hormuz.

(Fajar Nugraha)