Banjir melanda Kabupaten Gayo Lues dan Aceh Tengah. Foto: Dokumentasi BPBA
Banjir dan Longsor Terjang Gayo Lues dan Aceh Tengah
Fajri Fatmawati • 14 October 2026 15:36
Banda Aceh: Banjir dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Gayo Lues dan Aceh Tengah setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur daerah tersebut pada 9-11 Oktober 2026. Bencana itu menyebabkan rumah warga terendam, sejumlah ruas jalan tertutup material longsor, serta aktivitas transportasi masyarakat terganggu.
Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) melaporkan banjir dan longsor terjadi di Gayo Lues pada Jumat, 9 Oktober 2026. Banjir tersebar di lima kecamatan, yakni Blangkejeren, Dabun Gelang, Putri Betung, Kuta Panjang, dan Blangjerango. Sementara itu, bencana serupa melanda Kabupaten Aceh Tengah pada Minggu, 11 Oktober 2026, sekitar pukul 17.00 WIB.
Kepala Pelaksana BPBD Gayo Lues Muhaimini menjelaskan hujan deras yang berlangsung cukup lama memicu banjir dan longsor di sejumlah desa.
"Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan sejumlah rumah warga terendam air bercampur lumpur, lahan persawahan tergenang, serta beberapa akses jalan mengalami kerusakan akibat longsor," ujar Muhaimini, Senin, 12 Oktober 2026.
Di Kabupaten Gayo Lues, longsor terjadi di Desa Kala Pinang, Leme, dan Agusen, Kecamatan Blangkejeren; Desa Kendawi, Kecamatan Dabun Gelang; serta Desa Tetumpun, Kecamatan Putri Betung. Adapun banjir merendam Desa Leme dan Palok di Kecamatan Blangkejeren, Desa Ulun Tanoh di Kecamatan Kuta Panjang, serta Desa Badak di Kecamatan Dabun Gelang.
Dampak bencana juga merusak infrastruktur transportasi. Fondasi Jembatan Kendawi tergerus, sedangkan jalan nasional Blangkejeren-Takengon sempat ditutup. Selain itu, material longsor menutup jalan lintas Blangkejeren–Kutacane dan badan jalan di Desa Ketukah, Kecamatan Blangjerango, dilaporkan amblas.
"Bencana tersebut juga mengakibatkan fondasi Jembatan Kendawi tergerus, jalan nasional Blangkejeren–Takengon sempat ditutup, kemudian jalan lintas Blangkejeren-Kutacane tertutup longsor, serta badan jalan di Desa Ketukah, Kecamatan Blangjerango, mengalami amblas," ujar Muhaimini.
Data sementara mencatat enam kepala keluarga terdampak banjir dan longsor di Gayo Lues. Banjir dilaporkan telah surut, sementara sebagian besar akses jalan dan jembatan kembali dapat dilalui.

Namun, kendaraan roda empat masih belum dapat melintasi jalan di Desa Ketukah karena bagian badan jalan yang tersisa terlalu sempit. Material longsor yang menutupi jalan tersebut sempat menyebabkan arus lalu lintas terhenti selama lebih dari tiga jam.
"Tim gabungan telah dikerahkan untuk mempercepat penanganan material longsor dan memulihkan akses transportasi masyarakat yang sempat terganggu," jelas Muhaimini.
Sementara itu, BPBA melaporkan banjir di Kabupaten Aceh Tengah merendam permukiman warga di Desa Bamil Nosar, Kecamatan Bintang. Tanah longsor juga terjadi di Desa Toweren, Kecamatan Lut Tawar.
BPBD Aceh Tengah mengerahkan satu unit ekskavator untuk membersihkan material longsor hingga akses jalan kembali normal. Hingga laporan tersebut disusun, jumlah warga yang terdampak bencana di Aceh Tengah masih dalam proses pendataan.