Airlangga Targetkan I-EU CEPA Diajukan Ratifikasi Bulan Ini

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira.

Airlangga Targetkan I-EU CEPA Diajukan Ratifikasi Bulan Ini

Husen Miftahudin • 6 October 2026 11:32

Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto berharap Persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa atau Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EU CEPA) dapat diajukan untuk ratifikasi di Uni Eropa pada Oktober 2026.
 
Airlangga mengatakan proses penyusunan draf legal I-EU CEPA dalam bahasa Inggris kini memasuki tahap finalisasi. Setelah proses tersebut rampung, pemerintah berharap pengajuan ratifikasi dapat dilakukan pada bulan ini.
 
"Terkait I-EU CEPA, kita sedang menunggu selesainya legal drafting dalam Bahasa Inggris. Jadi kalau ini selesai, harapannya di bulan Oktober itu sudah bisa untuk diajukan ratifikasi di EU (Uni Eropa)," kata Airlangga dikutip dari Antara, Selasa, 6 Oktober 2026.
 
Airlangga sebelumnya menargetkan penandatanganan I-EU CEPA dapat dilakukan pada 2026. Dengan demikian, implementasi perjanjian perdagangan tersebut diharapkan dapat dimulai pada awal 2027.
 
Menurut Airlangga, I-EU CEPA menjadi salah satu instrumen untuk membuka akses pasar bagi komoditas dan produk unggulan Indonesia. Perjanjian tersebut juga diharapkan dapat mendorong peningkatan perdagangan serta memperkuat keterlibatan pelaku usaha Indonesia dan Uni Eropa.
 
"CEPA menciptakan akses pasar, serta perdagangan, dan keterlibatan bisnis yang lebih kuat antara Indonesia dan Uni Eropa," ujar dia.
 


Indonesia Bidik Ekspor Alas Kaki Rp592 Triliun ke Eropa dengan IEU-CEPA

(Ilustrasi. Foto: dok Metrotvnews.com)

 

Penandatanganan ditargetkan akhir Oktober

 
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso sebelumnya menyampaikan optimisme I-EU CEPA dapat ditandatangani pada akhir Oktober 2026. Target tersebut sejalan dengan rencana pemerintah agar perjanjian mulai berlaku pada awal 2027.
 
Budi mengatakan pemerintah masih mempersiapkan penyelesaian perjanjian tersebut, termasuk melalui koordinasi dengan Uni Eropa dan negara-negara anggotanya. Jika telah diimplementasikan, menurut Budi, sejumlah produk ekspor Indonesia berpeluang memasuki pasar Eropa dengan tarif nol persen.
 
Budi menuturkan proses negosiasi I-EU CEPA telah berlangsung selama 10 tahun dan kini telah selesai. Ia menilai penyelesaian proses tersebut menjadi pencapaian bagi seluruh pihak, terutama eksportir Indonesia.
 
"Negosiasi I-EU CEPA ini membutuhkan waktu 10 tahun dan saat ini sudah selesai, sehingga hal tersebut menjadi sebuah pencapaian yang bagus bagi semua pihak, khususnya bagi eksportir Indonesia," kata Budi.

(Husen Miftahudin)