Kapten Timnas Swiss Granit Xhaka dalam laga Argentina vs Swiss Piala Dunia 2014. (EFE)
Kapten Swiss Granit Xhaka Didenda Rp3,2 Miliar terkait Sertifikat Vaksin Covid-19 Palsu
Whisnu Mardiansyah • 9 October 2026 06:52
Jakarta: Kapten Sunderland dan tim nasional Swiss, Granit Xhaka, dijatuhi hukuman denda sekitar 136 ribu pound sterling atau setara Rp3,2 miliar dalam kasus kepemilikan sertifikat vaksin covid-19 palsu.
Gelandang berusia 34 tahun itu dinyatakan bersalah oleh pengadilan karena memperoleh sertifikat vaksin palsu. Meski demikian, pelaksanaan denda tersebut ditangguhkan selama dua tahun dengan syarat Xhaka tidak melakukan pelanggaran hukum lainnya.
Xhaka menerima putusan tersebut dan menyatakan siap bertanggung jawab atas tindakannya. Ia juga mengungkapkan apresiasi kepada pihak-pihak yang memberikan dukungan selama beberapa pekan terakhir.
“Saya menerima keputusan tersebut dan bertanggung jawab atas tindakan saya. Terima kasih atas banyaknya pesan dukungan dalam beberapa pekan terakhir. Pesan-pesan tersebut sangat berarti bagi saya,” tulis Xhaka melalui Instagram seperti dilansir Antara, Jumat, 9 Oktober 2026.
Ia juga menyampaikan telah melunasi biaya perkara yang timbul dalam proses hukum tersebut.
“Saya sudah mengatakan beberapa pekan lalu secara langsung di sini bahwa saya akan bertanggung jawab atas keputusan saya. Saya tetap berpegang pada hal tersebut,” ujar Xhaka.
Kasus Sertifikat Vaksin COVID-19
Kasus yang menjerat Xhaka berkaitan dengan sertifikat vaksin covid-19 yang diduga diperolehnya pada 2022. Ketika itu, sertifikat covid-19 digunakan sebagai persyaratan untuk mengakses sejumlah kegiatan dan tempat di Swiss, serta untuk melakukan perjalanan ke luar negeri.
Pada periode tersebut, Xhaka masih memperkuat Arsenal. Dalam pernyataan pada 21 September, ia mengungkapkan kepercayaannya terhadap vaksin, tetapi mengakui adanya pengaruh kekhawatiran dan ketidakpastian dalam mengambil keputusan.
Kantor Kesehatan Masyarakat Swiss sebelumnya menjelaskan tidak pernah ada kewajiban hukum yang berlaku secara umum bagi masyarakat untuk memiliki sertifikat vaksin covid-19. Namun, dokumen tersebut tetap menjadi persyaratan untuk memasuki tempat tertentu, mengikuti sejumlah kegiatan, dan melakukan perjalanan.
Kebijakan penggunaan sertifikat tersebut berlaku di Swiss hingga musim semi 2022. Setelah periode itu, sertifikat covid-19 masih diterbitkan, terutama untuk memenuhi persyaratan perjalanan internasional.
Di level klub, Xhaka diperkirakan kembali memperkuat Sunderland saat menghadapi Brighton pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Pelatih Sunderland, Regis Le Bris, memilih tidak memberikan komentar mengenai persoalan hukum yang melibatkan pemainnya tersebut. Ia hanya menyampaikan penilaian positif terhadap kondisi Xhaka berdasarkan pengamatannya selama jeda internasional.
“Tidak ada komentar mengenai hal-hal di luar lapangan. Namun, dari apa yang saya lihat selama jeda internasional, dia berlatih dengan sangat baik. Itu positif. Dia berada dalam kondisi yang baik dari sisi sepak bola dan bagi saya, itu yang paling penting,” kata Le Bris.