BMKG: 13 Daerah di Jateng Bakal Diguyur Hujan hingga Kamis Pagi, Waspada Banjir Rob

Ilustrasi hujan. Foto: Dok. Antara.

BMKG: 13 Daerah di Jateng Bakal Diguyur Hujan hingga Kamis Pagi, Waspada Banjir Rob

Akhmad Safuan • 7 October 2026 21:02

Semarang: Hujan ringan berpeluang mengguyur 13 daerah di Jawa Tengah (Jateng) pada Rabu malam, 7 Oktober hingga Kamis pagi, 8 Oktober 2026. Masyarakat diimbau waspada terhadap ancaman banjir rob di kawasan pesisir pantai utara (pantura) akibat pasang air laut yang mulai naik pada dini hari.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Ferry Oktarisa, menyampaikan cuaca di Jawa Tengah pada malam hingga pagi hari sebagian berawan. Namun, hujan ringan berpeluang turun di 13 daerah, terutama di kawasan pegunungan dan dataran tinggi Jateng bagian tengah serta sebagian pantura, yang membuat suhu udara terasa lebih hangat.

"Hujan ringan berpeluang turun pada malam hingga dini hari nanti, namun tetap waspada kebakaran hutan dan lahan (karhutla) karena masih berlangsung musim kemarau," kata Ferry, pada Rabu, 7 Oktober 2026.

Ia mengungkapkan 13 daerah yang berpeluang diguyur hujan ringan sepanjang malam hingga dini hari tersebut adalah Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Boyolali, Sragen, Grobogan, Blora, Temanggung, Batang, Kajen, Slawi, Brebes, dan Bumiayu.

Sementara itu, daerah lainnya diprakirakan berawan sepanjang malam. Angin pada umumnya bertiup dari arah timur laut ke barat daya dengan kecepatan 3 hingga 20 kilometer per jam. Suhu udara berkisar antara 14 hingga 30 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan udara 70 hingga 95 persen.

Waspada Rob Dini Hari

Kondisi cuaca berbeda terjadi di perairan Jawa Tengah yang pada umumnya diprakirakan cerah dan cerah berawan. Gelombang tinggi mencapai 1,25 hingga 2,5 meter masih berlangsung di perairan selatan. Selain itu, pasang air laut (rob) di perairan utara diprediksi terus meningkat dengan ketinggian maksimum 1 meter.


Laut di Pantai Ujungnegoro, Kabupaten Batang pada Rabu (7/10) petang terlihat tenang, namun potensi Rob meningkatkan pada dini hari. (Foto: MI/Akhmad Safuan)

Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang, Usman Efendi, mengatakan gelombang tinggi di perairan selatan tersebut cukup berisiko terhadap aktivitas pelayaran, terutama bagi kapal nelayan dan tongkang, saat kecepatan angin berada di atas 15 *knot*. Oleh karena itu, warga yang beraktivitas di laut diminta untuk selalu waspada.

Usman juga meminta kewaspadaan dari warga yang berada di kawasan pesisir di sejumlah daerah pantura, mulai dari Brebes hingga Rembang. Pasang air laut diperkirakan meningkat dengan ketinggian maksimum 1 meter pada pukul 03.00 hingga 07.00 WIB sehingga dapat mengakibatkan banjir rob.

"Banjir rob pada dini hari tersebut akan mengganggu aktivitas warga di kawasan pesisir, seperti transportasi, bongkar muat barang di pelabuhan, budi daya perikanan darat, hingga petani garam," ujar Usman Efendi.

(Lukman Diah Sari)