Paus Leo XIV. (Anadolu Agency)
Paus Leo XIV Kembali ke Vatikan usai Operasi Paru, Dokter Ungkap Hasil Diagnosis
Willy Haryono • 18 October 2026 11:04
Roma: Paus Leo XIV dipulangkan dari Rumah Sakit Gemelli di Roma pada Sabtu sore dan kembali ke Vatikan setelah menjalani operasi pengangkatan sebagian paru-paru kanannya.
Tim dokter menyatakan kondisi Paus Leo sudah cukup baik untuk meninggalkan rumah sakit.
Mengutip NPR, Minggu, 18 Oktober 2026, Vatikan merilis pernyataan yang memuat penjelasan dari dokter pribadi Paus, Luigi Carbone, dan Kepala Bedah Toraks Rumah Sakit Gemelli, Profesor Stefano Margaritora, yang memimpin tim operasi.
Kedua dokter mengatakan Paus menjalani tes darah dan rontgen dada pada Sabtu pagi. Hasil pemeriksaan mengonfirmasi kondisi klinisnya cukup baik untuk meninggalkan rumah sakit.
Mereka mengatakan Paus diperkirakan akan memimpin doa Angelus dari jendela apartemen kepausan pada Minggu. Rekaman video memperlihatkan Leo melambaikan tangan kepada para simpatisan di luar rumah sakit saat berjalan keluar tanpa bantuan fisik, didampingi sejumlah pejabat dan petugas keamanan bersetelan gelap.
Sebelum meninggalkan rumah sakit, Paus telah merayakan Misa di sebuah ruangan yang disiapkan khusus untuk keperluan tersebut di lantai 10 rumah sakit, menurut kantor pers Vatikan.
Juru bicara Vatikan Matteo Bruni mengatakan, “Perkiraan waktu pemulihan pascaoperasi adalah sekitar satu pekan.” Leo dipulangkan pada hari kelima perawatannya, lebih cepat daripada perkiraan saat operasi tersebut diumumkan.
Hasil Diagnosis
Leo, 71 tahun, sebelumnya mengatakan kepada umat yang berkumpul di Lapangan Santo Petrus pada Minggu lalu bahwa dokter menemukan “nodul terlokalisasi” di paru-parunya pada “tahap yang sangat awal."“Sesuai saran mereka, saya memutuskan untuk menjalani operasi untuk mengangkatnya,” ucapnya.
Namun, operasi pada Selasa ternyata mencakup tindakan yang lebih luas daripada pengangkatan nodul tersebut. Dokter menggunakan teknik berbantuan video untuk mengangkat lobus bawah paru-paru kanan Paus dalam operasi yang berlangsung sekitar 90 menit.
Dokter Paus mengatakan pemeriksaan jaringan paru-paru setelah operasi mengonfirmasi diagnosis adenokarsinoma paru-paru. Menurut Lung Cancer Foundation of America, adenokarsinoma mencakup sekitar 40 persen dari seluruh kasus kanker paru-paru di Amerika Serikat (AS), sehingga menjadi jenis kanker paru-paru yang paling umum di negara tersebut.
Menurut Dr. Otis Brawley, ahli onkologi di Universitas Johns Hopkins sekaligus mantan kepala petugas medis dan ilmiah American Cancer Society, kondisi serupa juga banyak ditemukan pada orang yang tidak merokok.
Leo diketahui tidak memiliki riwayat merokok, tetapi kanker terdapat dalam keluarganya. Ibunya, Mildred, meninggal akibat kanker pada 1990. Pada Selasa, Vatikan juga mengumumkan bahwa kakak laki-laki Leo, Louis, yang tinggal di Florida, dirawat di rumah sakit karena suatu jenis kanker.
Agenda perjalanan mendatang
Kantor Paus telah mengosongkan jadwal kegiatan publiknya hingga setidaknya 20 Oktober. Perjalanan internasional besar berikutnya dijadwalkan pada awal November, dengan kunjungan ke Uruguay, Argentina, dan Peru. Leo pernah tinggal di Peru selama beberapa periode dalam kurun waktu dua dekade dan memiliki kewarganegaraan negara tersebut.“Ia menjalani operasi minimal invasif,” ujar Dr. Jonathan Villena Vargas, ahli bedah kardiotoraks di Weill Cornell Medical Center, New York. “Karena prosedur ini sering kami lakukan, sebagian besar pasien diizinkan bepergian sekitar dua pekan setelah operasi.”
Brawley dari Universitas Johns Hopkins sependapat. “Saya pikir dia bisa melakukannya,” katanya. Ia menambahkan bahwa pasien dengan kondisi fisik yang baik yang menjalani prosedur semacam ini “sangat sering kembali ke kondisi normal dalam tujuh hingga 10 hari.” (Razaqa Hariz)
Baca juga: Paus Leo XIV Dijadwalkan Keluar dari Rumah Sakit Sabtu Ini usai Operasi Paru