Pramono bakal Bangun Ring Tinju di Manggarai untuk Cegah Tawuran

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat meresmikan arena tinju dan Posko Jaga Jakarta di kawasan kolong Flyover Kampung Melayu, Kelurahan Balimester, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (6/11). Foto: dok. Pemprov DKI.

Pramono bakal Bangun Ring Tinju di Manggarai untuk Cegah Tawuran

Gabriella Thesa Widiari • 6 November 2026 13:43

Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berencana membangun fasilitas olahraga ring tinju di Manggarai, Jakarta Selatan. Fasilitas itu diadakan untuk mencegah tawuran di kawasan tersebut.

"Tentunya, Manggarai akan kita tangani secara khusus, dan sekarang ini, kalau diperlukan, saya juga akan membuat tempat atau fasilitas seperti ini di Manggarai," kata Pramono dilansir dari Antara, Jumat, 6 November 2026.

Pramono menjelaskan kawasan Manggarai terus mendapat perhatian khusus dari pemerintah daerah karena riwayat konflik antarwarga. Namun, intensitas perselisihan di wilayah itu dinilai telah menunjukkan penurunan.

Menurut Pramono, penurunan angka tawuran terjadi karena generasi muda mulai diberikan wadah positif untuk berinteraksi. Penyediaan ruang publik dinilai efektif mencairkan potensi ketegangan antarkelompok.

"Karena apa? Karena anak mudanya sekarang diberikan ruang yang lebih baik untuk bisa bertemu satu dengan yang lainnya," jelas Pramono.

Selain penanganan masalah sosial, penataan kawasan Manggarai diprioritaskan karena posisinya sebagai pusat integrasi transportasi publik. Keberadaan stasiun hub menuntut lingkungan sekitar tetap aman dan nyaman.

"Seperti kita ketahui, sekarang Manggarai menjadi hub baru setelah LRT diresmikan dari Kelapa Gading sampai dengan Manggarai, dan juga KRL banyak sampai dengan Manggarai," ungkap Pramono.


Gubernur DKI Jakarta meninjau arena tinju dan Posko Jaga Jakarta di kawasan kolong Flyover Kampung Melayu, Kelurahan Balimester, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (6/11). Foto: dok. Pemprov DKI. 

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatat penyediaan sarana olahraga di kolong flyover efektif menekan angka tawuran di Jakarta Timur dari 132 kasus pada 2025 menjadi sekitar 20 kasus hingga Oktober 2026. Keberhasilan model penanganan ini akan diperluas ke berbagai titik rawan lain di ibu kota.

"Sampai dengan akhir Oktober, karena fasilitas ini sudah digunakan untuk pertandingan bola, sarana berlatih tinju, termasuk yang sebelumnya saya resmikan di Pasar Rebo, di Jakarta Timur ini terjadi penurunan, terutama di tempat ini, yang luar biasa, dari 132 menjadi kurang lebih 20an lebih," papar Pramono.

(Gabriella Thesa Widiari)