Desa Duli Pali Kecamatan Ile Bira ditinggalkan warga mengungsi pascaerupsi Gunung Lewotobi. (MGN/Fransiskus Gerardus Molo)
Desa Dulipali Dekat Pusat Erupsi Gunung Lewotobi Dikosongkan
12 January 2024 10:53
Larantuka: Pascaerupsi Gunung Lewotobi laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Desa Dulipali di Kecamatan Ile Bura dikosongkan. Desa ini merupakan salah satu wilayah zona merah erupsi Gunung Lewotobi sehingga harus dikosongkan.
Pantauan di lokasi, Desa Dulipali tampak sepi tidak seperti biasanya. Semua warga di desa ini telah mengungsi sejak status gunung dinaikan ke status awas.
Memasuki hari ke-3 pascaerupsi, terlihat rumah-rumah di desa ini kosong dan tak berpenghuni. Hanya terlihat rumah, jalan, hingga pepohonan dipenuhi debu vulkanik akibat erupsi. Sekitar 400 jiwa warga di desa ini telah mengungsi.
Sementara pada Jumat pagi, 11 Januari 2024, aktivitas erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki masih berlangsung namun cenderung menurun. Warga pun terus diimbau untuk tidak beraktivitas dalam radius 4 kilometer dari puncak gunung.
Hingga saat ini lebih dari 5.500 warga masih bertahan di tempat-tempat pengungsian pascaerupsi gunung Lewotobi laki-laki di Kabupaten flores Timur. Kondisi yang relatif tenang membuat sebagian warga mulai beraktivitas walaupun terbatas.
| Baca juga: Bandara Gewayantana Kembali Dibuka Usai Letusan Gunung Lewotobi |
Warga mulai keluar untuk melihat dan membersihkan kondisi rumah mereka yang ditinggalkan karena terdampak erupsi. Ada juga warga yang mengecek dan memberi makan ternak mereka karena ditinggalkan saat mengungsi.
Aktivitas warga ini berlaku saat pagi hingga siang hari. Saat sore menjelang malam, warga kembali lagi ke tempat pengungsian mengantisipasi erupsi yang bisa terjadi tiba-tiba.
Sementara itu, sekolah-sekolah yang berada di zona merah pun masih tutup. Aktvivitas belajar siswa dilakukan di tenda-tenda pengungsian dan di sejumlah rumah ibadah gereja yang dijadikan tempat pengungsian.
Data PVMBG sendiri mencatat, pada pagi ini terjadi 4 kali letusan dengan tinggi kolom abu vulkanik berkisar 500 hingga 700 meter, dan terlihat warga abu putih dan kelabu. Saat ini status gunung masih awas.