Ilustrasi serangan rudal. (Anadolu Agency)
Tiga Orang Terluka dalam Serangan di Dua Bandara Arab Saudi
Willy Haryono • 6 October 2026 15:24
Riyadh: Tiga orang terluka dalam serangan yang menargetkan dua bandara di wilayah selatan Arab Saudi pada Senin kemarin, yang juga menimbulkan kerusakan material.
Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi (GACA) mengatakan pada Selasa, 6 Oktober 2026, bahwa Bandara Internasional King Abdullah bin Abdulaziz di Jazan dan Bandara Internasional Najran menjadi sasaran serangan yang menargetkan fasilitas kedua bandara.
Tim darurat dan otoritas terkait segera merespons serangan tersebut sesuai prosedur yang telah ditetapkan, kata GACA.
Mengutip dari Anadolu Agency, serangan itu menyebabkan tiga orang mengalami luka ringan dan dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Kerusakan material juga dilaporkan terjadi.
GACA mengatakan pihaknya bekerja sama dengan badan keamanan terkait untuk menilai kerusakan dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna memastikan keselamatan penumpang, pegawai, serta sistem penerbangan sipil Arab Saudi.
Pernyataan tersebut tidak menyebutkan pihak yang bertanggung jawab atas serangan.
Namun, kelompok pemberontak Houthi asal Yaman pada Senin kemarin mengklaim telah melancarkan serangkaian serangan rudal dan drone di sejumlah wilayah Arab Saudi. Mereka menyebut serangan tersebut antara lain menargetkan apa yang disebut sebagai “situs-situs sensitif” di Jazan dan Najran.
Houthi juga mengklaim serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Bandara Abha, sebuah kilang Aramco di Rabigh, serta sejumlah fasilitas militer.
Arab Saudi pada Senin kemarin mengecam serangan Houthi yang menargetkan fasilitas sipil dan ekonomi di berbagai wilayah negara itu. Riyadh menuduh kelompok tersebut berupaya meningkatkan eskalasi militer.
Serangkaian serangan itu terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Arab Saudi dan Houthi. Koalisi yang dipimpin Arab Saudi dalam beberapa hari terakhir melaporkan pencegatan rudal balistik dan drone yang menargetkan wilayah kerajaan.
Arab Saudi memimpin koalisi militer yang mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional dalam menghadapi Houthi sejak Maret 2015. Houthi menguasai ibu kota Sanaa dan sejumlah wilayah lain sejak September 2014.
Baca juga: Houthi Klaim Gempur Dua Bandara Arab Saudi dan Fasilitas Minyak Aramco