Program Mina Tenun mengintegrasikan pemberdayaan perempuan penenun. Foto: Dok Pertamina Patra Niaga
Angkat Potensi Lokal, Perempuan Didorong Berdaya dan Mandiri Ekonomi
Eko Nordiansyah • 27 September 2026 10:17
Jakarta: PT Pertamina Patra Niaga mendorong perempuan mandiri, produktif, dan berperan aktif di lingkungannya. Upaya ini dilakukan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) berbasis potensi lokal, yakni Puanmakari oleh Integrated Terminal (IT) Makassar, Posyandu Aster oleh IT Pontianak, dan Mina Tenun oleh Avtur Fuel Terminal (AFT BIL).
VP Corporate Communication PT Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora mengatakan, pemberdayaan perempuan merupakan bagian penting dari upaya perusahaan menciptakan masyarakat yang mandiri dan tangguh. Pertamina Patra Niaga meyakini perempuan memiliki peran penting sebagai penggerak keluarga dan masyarakat.
“Karena itu, pemberdayaan perempuan perlu diwujudkan dengan membuka ruang untuk belajar, mengembangkan keterampilan, mengambil keputusan, dan membangun kemandirian ekonomi,” ujar Kitty dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 27 September 2026.

(Posyandu Aster dikembangkan sebagai ruang pemberdayaan masyarakat. Foto: Dok Pertamina Patra Niaga)
Membangun kemandirian ekonomi
Di Makassar, Puanmakari dikembangkan sebagai pusat pemberdayaan dan perlindungan perempuan serta anak melalui kelas parenting, pendidikan anak, kelompok belajar perempuan, pelatihan kewirausahaan, hingga pendampingan hukum. Program ini telah menjangkau 57 anak, 18 perempuan, 14 warga fakir miskin, dan 11 lansia, sekaligus mendorong pengembangan usaha pengolahan hasil laut melalui Dapur Perlawanan.Sementara di Pontianak, Posyandu Aster dikembangkan tidak hanya sebagai pusat layanan kesehatan, tetapi juga ruang pemberdayaan masyarakat melalui edukasi, lingkungan, dan kewirausahaan sosial. Melalui CV Aster Kulina Prima, masyarakat khususnya perempuan, mendapatkan peluang ekonomi dengan omzet sekitar Rp2–3,5 juta per bulan untuk mendukung operasional posyandu sekaligus membuka peluang usaha.
“Perempuan tidak hanya perlu dijaga kesehatannya, tetapi juga perlu diberi ruang untuk tumbuh, belajar, mengambil keputusan, dan berdaya. Karena perempuan yang berdaya akan menjadi penggerak bagi keluarganya dan lingkungannya,” ujar Ketua Posyandu Aster Nurul Azizah Novihayati.
Di Lombok Tengah, program Mina Tenun mengintegrasikan pemberdayaan perempuan penenun dengan pelestarian budaya dan energi bersih. Program yang berjalan sejak 2022 ini dikembangkan pada 2026 melalui modifikasi Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) menjadi sumber energi untuk mendukung pompa dan penyediaan air bersih masyarakat.
Menurut Kitty, ketiga program tersebut menunjukkan bahwa pemberdayaan dapat dikembangkan sesuai dengan potensi dan kebutuhan masyarakat di setiap wilayah. Ia memyebut, program CSR Pertamina Patra Niaga tidak berhenti pada bantuan, tetapi berkembang menjadi ekosistem pemberdayaan yang membuat masyarakat menjadi pelaku utama.
“Ketika perempuan memiliki kesempatan untuk tumbuh dan mandiri, manfaatnya akan dirasakan oleh keluarga dan lingkungan di sekitarnya,” pungkasnya.