Kapal wisata KM Yukai tenggelam di perairan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Minggu (27/9/2026). ANTARA/HO-Polres Manggarai Barat
Polisi Periksa Nakhoda Terkait KM Yukai Karam di Labuan Bajo
Lukman Diah Sari • 27 September 2026 18:49
Kupang: Penyidik Kepolisian Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Manggarai Barat memeriksa nakhoda kapal wisata KM Yukai yang karam di perairan Tanjung Sture, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pemeriksaan ini bertujuan mendalami penyebab pasti kecelakaan laut yang terjadi pada Minggu, 27 September 2026 tersebut.
Direktur Polairud (Dirpolairud) Polda NTT Komisaris Besar (Kombes) Polisi Irwan Nasution mengatakan, pemeriksaan dilakukan untuk mengidentifikasi apakah terdapat unsur kelalaian dari awak kapal atau murni akibat faktor alam. Selain nakhoda, polisi turut memeriksa sejumlah kru kapal dan saksi mata untuk merekonstruksi rangkaian peristiwa sebelum kapal karam.
"Pemeriksaan kapten kapal dilakukan untuk memastikan faktor laka lautnya, apakah ada kelalaian dari nakhodanya atau murni faktor cuaca atau lainnya," kata Irwan di Kupang, Minggu, 27 September 2026, melansir Antara.
Baca Juga :
Selanjutnya, kapal melintas di sekitar Tanjung Sture ketika kondisi air laut surut dan diduga menghantam gugusan karang dangkal hingga lambung kapal mengalami kebocoran. Seluruh wisatawan dan awak kapal berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.
"Petugas tengah berkoordinasi dengan KSOP Labuan Bajo dan pemilik kapal untuk mengamankan bangkai KM Yukai agar tidak mengganggu keselamatan pelayaran di sekitar lokasi," katanya.

Kapal wisata KM Yukai tenggelam di perairan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Minggu (27/9/2026). ANTARA/HO-Polres Manggarai Barat
Saat ini, penyidik kepolisian terus mendalami kelengkapan dokumen pelayaran dan sertifikasi KM Yukai. Irwan menyebutkan, apabila hasil penyelidikan nantinya tidak menemukan indikasi unsur pidana, penanganan aspek administrasi dan dokumen kapal akan diserahkan sepenuhnya kepada Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Labuan Bajo.
Selain itu, Polairud juga tengah berkoordinasi intensif dengan KSOP Labuan Bajo dan pemilik kapal untuk mengevakuasi barang-barang milik wisatawan, sekaligus memastikan keamanan navigasi di lokasi karamnya kapal.