Wamenlu Anis Matta dalam KTM OKI ke-52 di Baghdad, Irak, pada 17–18 Oktober 2026. (Kemlu RI)
Wamenlu Anis Matta Dorong Reformasi OKI agar Lebih Efektif Selesaikan Konflik
Willy Haryono • 19 October 2026 20:17
Baghdad: Wakil Menteri Luar Negeri Muhammad Anis Matta mendorong reformasi Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) agar lebih efektif dalam menyelesaikan konflik di antara negara-negara anggotanya, seraya menegaskan bahwa Palestina juga harus tetap menjadi prioritas utama organisasi tersebut.
Hal itu disampaikan Anis dalam pernyataan nasional Indonesia pada Konferensi Tingkat Menteri Luar Negeri (KTM) OKI ke-52 di Baghdad, Irak, pada 17–18 Oktober 2026.
Anis mengatakan berbagai konflik yang masih terjadi di dunia Islam harus menjadi momentum bagi OKI untuk melakukan reformasi dan memperkuat perannya dalam menjaga perdamaian di antara negara-negara anggota.
“OKI perlu memiliki mekanisme khusus untuk menyelesaikan sengketa di antara negara-negara anggotanya. Indonesia dapat menjadi oasis perdamaian bagi negara-negara anggota OKI,” ujar Anis, dalam keterangan di situs Kementerian Luar Negeri RI, Senin, 19 Oktober 2026.
Menurut dia, reformasi OKI perlu diawali dengan visi yang mampu mengintegrasikan potensi dunia Islam di bidang politik, sosial, budaya, dan ekonomi. Visi tersebut perlu disertai peta jalan pembangunan bersama serta mekanisme efektif untuk menyelesaikan perbedaan secara damai.
Anis juga menegaskan bahwa dukungan terhadap Palestina tidak boleh berhenti pada pernyataan politik. Negara-negara anggota OKI perlu menerjemahkan dukungan tersebut menjadi langkah yang lebih terkoordinasi di bidang politik, diplomatik, hukum, dan kemanusiaan.
“Palestina akan tetap menjadi prioritas utama OKI. OKI harus lebih operasional dalam menyatukan upaya politik, diplomatik, hukum, dan kemanusiaan untuk mendukung Palestina,” tegasnya.
Indonesia kembali menyuarakan pentingnya peningkatan bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina, penghentian perluasan permukiman ilegal di Tepi Barat, serta penolakan terhadap pemindahan kedutaan ke Al-Quds Al-Sharif.
Perkuat Diplomasi di Sela KTM OKI
Di sela-sela KTM OKI ke-52, Anis menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah pejabat dan mitra untuk memperkuat hubungan bilateral serta kerja sama multilateral Indonesia.Dalam pertemuan dengan Sekretaris Jenderal D-8 Sohail Mahmood, Anis membahas penguatan Keketuaan Indonesia pada D-8 periode 2026–2027. Pembahasan mencakup integrasi ekonomi dan perdagangan, pengembangan jejaring think tank, kerja sama riset dan inovasi, pariwisata, serta persiapan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-12 D-8 di Indonesia pada 2027.
Sementara itu, pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Gambia Sering Modou Njie membahas penguatan hubungan bilateral Indonesia–Gambia dan peluang memperluas kerja sama kedua negara, termasuk dalam berbagai forum multilateral.
Anis juga bertemu dengan Abdulkarim Tan Misuari dari Moro National Liberation Front (MNLF) untuk bertukar pandangan mengenai perkembangan proses perdamaian di Filipina Selatan. Dalam pertemuan tersebut, Indonesia kembali menekankan pentingnya dialog dan keberlanjutan implementasi komitmen perdamaian yang telah disepakati antara Pemerintah Filipina dan MNLF.
Pada 18 Oktober 2026, Anis bertemu dengan Menteri Luar Negeri Yaman Afrah Abdulaziz Al-Zouba untuk membahas perkembangan situasi di Yaman dan kawasan Timur Tengah.
Pada hari yang sama, Anis juga bertemu dengan Wakil Menteri Luar Negeri Irak Mohammed Hussein Bahr Al-Uloom. Keduanya membahas penguatan hubungan bilateral Indonesia–Irak, perluasan kerja sama yang saling menguntungkan, serta kolaborasi kedua negara di OKI.
Selain itu, Anis bertemu dengan Wakil Menteri Perminyakan Irak Ezzat Saber Ismail untuk menjajaki peluang peningkatan kerja sama Indonesia–Irak di bidang energi dan investasi.
Rangkaian diplomasi Indonesia di Baghdad menegaskan komitmen Indonesia untuk mendorong OKI menjadi organisasi yang lebih relevan dan efektif dalam membangun perdamaian, memperkuat solidaritas, serta menghasilkan kerja sama konkret yang bermanfaat bagi masyarakat negara-negara anggotanya.

Baca juga: OKI Gelar Pertemuan ke-52 di Irak, Bahas Isu Gaza hingga Krisis Regional