Mualem Instruksikan Fasilitas Kesehatan di Aceh Siaga 24 Jam Imbas Kabut Asap

Kabut asap selimuti wilayah Kabupaten Aceh Besar, Aceh. Foto: Metrotvnews.com/Fajri Fatmawati

Mualem Instruksikan Fasilitas Kesehatan di Aceh Siaga 24 Jam Imbas Kabut Asap

Fajri Fatmawati • 17 October 2026 13:29

Banda Aceh: Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem meminta seluruh bupati dan wali kota meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Imbauan tersebut disampaikan menyusul penurunan kualitas udara yang dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah Aceh sejak 13 Oktober 2026.

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada 16 Oktober 2026, kabut asap di Aceh berdampak pada peningkatan polusi partikel halus PM2,5. Paparan partikel tersebut berisiko menimbulkan gangguan kesehatan, mulai dari infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan iritasi mata hingga gangguan kardiovaskular, terutama bagi kelompok rentan.

Mualem meminta pemerintah kabupaten dan kota bersama seluruh pemangku kepentingan memperkuat upaya mitigasi untuk mengurangi risiko kesehatan dan menjaga keselamatan masyarakat selama kabut asap berlangsung.

"Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap, mengurangi aktivitas di luar ruangan, serta mengutamakan keselamatan dan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan," kata Mualem, Sabtu, 17 Oktober 2026.
 


Mualem juga meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran terbuka, baik untuk membuka lahan, membakar sisa hasil pertanian, maupun membuang sampah dengan cara dibakar. Aktivitas tersebut berpotensi memperburuk kondisi kabut asap.

Pengguna jalan turut diminta berhati-hati ketika berkendara. Pengendara diimbau menyalakan lampu kendaraan, mengurangi kecepatan, serta menepi di lokasi aman apabila jarak pandang tidak memungkinkan perjalanan dilanjutkan.

Selain itu, masyarakat disarankan membatasi kegiatan di luar ruangan saat polusi udara meningkat. Penggunaan masker yang mampu menyaring partikel PM2,5 serta upaya menjaga kualitas udara di dalam rumah, seperti menutup pintu dan jendela ketika kabut asap semakin pekat, juga menjadi bagian dari langkah perlindungan diri.

"Masyarakat juga diimbau menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami sesak napas, batuk berkepanjangan, nyeri dada, atau gangguan kesehatan lainnya," ujarnya.


Ilustrasi masyarakat mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Foto: dok. Antara. 


Fasilitas Kesehatan Diminta Siaga 24 Jam

Untuk mengantisipasi kemungkinan meningkatnya kebutuhan pelayanan medis, Mualem menginstruksikan pemerintah kabupaten dan kota menyiagakan fasilitas kesehatan selama 24 jam. Kesiapsiagaan tersebut mencakup rumah sakit umum daerah (RSUD), puskesmas, klinik, dan pos kesehatan.

"Pemerintah daerah juga diminta mengaktifkan kembali posko penanganan karhutla serta memperkuat koordinasi lintas sektor bersama TNI, Polri, dan instansi terkait," jelas Mualem.

Koordinasi lintas sektor diharapkan mendukung upaya penanganan karhutla sekaligus meningkatkan kesiapan pemerintah daerah dalam menghadapi dampak kabut asap terhadap masyarakat.

(Whisnu M)