Direktur Digital Business Peruri Edwin Purwandesi. Foto: Dok Peruri
Inovasi Cip Karya Anak Muda Dukung Penguatan Ekosistem Semikonduktor
Eko Nordiansyah • 8 November 2026 17:45
Jakarta: Tiga tim finalis Peruri Chip Hackathon 2026 menampilkan inovasi desain cip dalam babak final pitching pada Peruri Digital Summit 2026. Momentum ini memberikan ruang bagi talenta muda untuk mengembangkan inovasi teknologi desain cip sebagai bagian dari upaya mendukung penguatan ekosistem semikonduktor nasional.
Direktur Digital Business Peruri Edwin Purwandesi menegaskan pentingnya pengembangan talenta dalam negeri untuk mendukung kemandirian teknologi semikonduktor nasional. Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, Peruri berupaya mempersiapkan talenta nasional melalui Peruri Chip Hackathon 2026.
“Kami berharap inisiatif ini dapat terus dikembangkan agar dalam dua hingga lima tahun ke depan, Indonesia memiliki talenta yang semakin siap dan berpengalaman di bidang teknologi semikonduktor,” ujar Edwin dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 8 November 2026.
Ketiga tim yang melaju hingga babak final tersebut adalah Casa Tubagus dari Institut Teknologi Bandung, iSeeDesignITB dari Institut Teknologi Bandung, dan Digilarp dari Universitas Indonesia. Dalam sesi ini, setiap tim memaparkan latar belakang permasalahan, pendekatan teknologi, serta potensi penerapan dari solusi desain cip yang dikembangkan.

Berdasarkan hasil penilaian akhir, Tim Casa Tubagus berhasil meraih juara pertama dengan inovasi desain cip keamanan yang memanfaatkan sidik jari fisik unik pada setiap cip sebagai identitas untuk mencegah pemalsuan dan penggandaan cip, khususnya pada paspor elektronik (e-paspor).
Selanjutnya, juara kedua diraih oleh Tim iSeeDesignITB dari Institut Teknologi Bandung yang membawa inovasi desain cip berbasis Artificial Intelligence (AI) yang bertujuan membantu robot bergerak secara lebih cerdas, aman, dan efisien, terutama saat beroperasi di lingkungan yang sama dengan manusia.
Terakhir, juara ketiga diraih oleh Tim Digilarp dari Universitas Indonesia yang membawa inovasi desain keamanan cip yang bertujuan melindungi kunci enkripsi dan data sensitif pada paspor elektronik (e-paspor) dari upaya peretasan melalui serangan fisik.
Keberhasilan ketiga tim tersebut merupakan hasil dari serangkaian tahapan kompetisi yang melibatkan 98 tim pendaftar dengan total 338 mahasiswa dari 41 perguruan tinggi di Indonesia. Dari seluruh pendaftar, lima tim terbaik terpilih melalui proses seleksi dan kurasi untuk mengikuti bootcamp intensif pada 18–20 Oktober 2026 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta.
Inovasi desain cip dari 4 bidang
Sejak tahap awal kompetisi, setiap tim ditantang untuk mengembangkan inovasi desain cip dengan memilih satu dari empat bidang pengembangan teknologi, yakni Secure Identity & Security Element Chip, Hardware Cryptography Accelerator, AI/Edge Accelerator, dan Secure Communication.“Bidang yang dipilih menjadi dasar bagi setiap tim untuk menyusun proposal serta menawarkan solusi inovatif yang dapat menjawab berbagai kebutuhan, mulai dari keamanan dan identitas digital hingga kecerdasan artifisial serta komunikasi yang aman,” ungkapnya.
Melalui Peruri Chip Hackathon 2026, Edwin mengungkapkan, Peruri terus mendorong pengembangan talenta muda di bidang teknologi semikonduktor dengan membuka ruang pembelajaran, inovasi, dan kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri.
“Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mendorong lahirnya inovator dan pengembangan teknologi cip dalam negeri, serta memperkuat fondasi kemandirian teknologi untuk mendukung kedaulatan digital Indonesia,” kata dia.