Pegolf Remaja Thailand Tewas Tersambar Petir saat Turnamen, Keluarga Kecam Panitia

Ilustrasi sambaran petir. (Anadolu Agency)

Pegolf Remaja Thailand Tewas Tersambar Petir saat Turnamen, Keluarga Kecam Panitia

Willy Haryono • 3 November 2026 13:17

Chachoengsao: Seorang pegolf remaja berusia 15 tahun di Thailand meninggal dunia setelah tersambar petir saat mengikuti turnamen junior di Provinsi Chachoengsao, sebelah timur Bangkok, pada Minggu lalu.

Seorang caddy perempuan berusia 31 tahun juga dilaporkan mengalami luka-luka dalam insiden tersebut.

Aeyavarin "Aeya" Pradubyart sedang bertanding di sebuah lapangan golf saat petir menyambar di dekat lubang ke-11. Menurut laporan media setempat, petugas penyelamat menemukan Aeya dalam kondisi tidak sadarkan diri tanpa tanda-tanda vital.

Petugas kemudian melakukan resusitasi jantung paru (CPR) dan berhasil memulihkan detak jantungnya sebelum membawanya ke rumah sakit terdekat. Aeya selanjutnya dipindahkan ke Rumah Sakit Buddhasothorn untuk mendapatkan perawatan lanjutan.

Ibu Aeya, Natcha Pradubyat, mengatakan jantung putrinya sempat berhenti berdetak selama hampir satu jam setelah tersambar petir. Meski tim medis berulang kali melakukan upaya penyelamatan dan memberikan perawatan sepanjang malam, kondisi Aeya tetap kritis.

Natcha mengumumkan kabar meninggalnya sang putri melalui Facebook pada Senin. Ia juga menyampaikan pesan perpisahan kepada anaknya.

"Tidak ada orang tua yang rela kehilangan anaknya. Namun, jika mempertahankannya hanya akan membuat putri tercinta kami semakin menderita, kami harus merelakannya pergi dengan damai," tulis Natcha, seperti dikutip dari Independent, Selasa, 3 November 2026.

"Kamu sudah berjuang begitu keras, Aeya tersayang. Beristirahatlah dengan tenang, sayangku," sambungnya.

Ayah Aeya, yang saat kejadian sedang bekerja di negara tetangga Myanmar, dilaporkan kembali ke Thailand setelah insiden tersebut.

Keluarga Pertanyakan Keputusan Penyelenggara

Keluarga Aeya mempertanyakan alasan turnamen tetap berlangsung meskipun terdapat aktivitas petir di sekitar lapangan golf.

Natcha mengatakan kepada media lokal Thailand bahwa petir pertama menyambar di dekat deretan pepohonan di sisi lapangan sekitar pukul 15.00 waktu setempat. Sambaran berikutnya terjadi ketika hujan mulai turun.

Ia menduga panitia tidak segera menghentikan pertandingan atau menginstruksikan para pegolf muda untuk meninggalkan lapangan.

Menurut keterangan Natcha, pertandingan baru dihentikan setelah terdengar sambaran petir lain yang lebih keras. Panitia kemudian menyediakan mobil golf untuk menjemput para pemain.

Natcha mengaku sempat kesulitan menemukan putrinya di antara para pemain yang kembali dari lapangan. Ia kemudian mengetahui bahwa Aeya telah tersambar petir dan sedang mendapat pertolongan pertama.

Nenek Aeya, Aphorn Pradubyat, 67 tahun, juga mempertanyakan keputusan penyelenggara untuk melanjutkan pertandingan. Ia mengatakan cucunya bermain bersama sekelompok kecil pegolf dan caddy ketika berada di dekat lubang ke-11 saat petir menyambar.

Natcha meminta pengelola lapangan golf dan penyelenggara turnamen memperkuat prosedur keselamatan. Menurutnya, harus ada aturan yang jelas untuk menghentikan pertandingan ketika terjadi badai petir serta memastikan bantuan medis darurat tersedia dengan cepat.

Atlet Junior Berprestasi

Aeya merupakan anggota Thai Student Golf Union dan dikenal sebagai salah satu pegolf junior yang menjanjikan.

Pada Maret lalu, ia menjuarai kategori putri Kelas B dalam seri pembuka Junior Asian Tour 2026 setelah melalui babak playoff.

Ia juga pernah mewakili provinsinya dalam sejumlah kompetisi golf. Menurut sang nenek, Aeya bahkan sedang dipertimbangkan sebagai pemain cadangan untuk tim golf provinsi Chon Buri.

Baca juga: Seorang Pendaki Tewas Tersambar Petir di Puncak Gunung Monrolo

(Willy Haryono)