Edukasi untuk Program Bantuan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting atau Genting di Puskesmas Sragen. Metrotvnews.com/ Triawati
Baru 10 Persen Ibu Hamil, Menyusui, dan Balita di Jateng Tersalur Program MBG
Triawati Prihatsari • 17 June 2025 09:29
Sragen: Sebanyak 15.362 ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di Provinsi Jawa Tengah menjadi sasaran program makan bergizi gratis (MBG) Presiden Prabowo Subianto. Namun baru 10 persen dari jumlah tersebut yang sampai saat ini telah tersasar program MBG.
Diketahui sebanyak 170 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) telah melayani program MBG di Jateng. Sedangkan per Mei 2025, ibu hamil, ibu menyusui dan balita yang menerima MBG baru sebanyak 1.595 penerima atau sekitar 10 persen dari sasaran.
"Di Jateng ini terdata ada 170 dapur SPPG yang sudah berkomitmen untuk men-support program MBG. Menurut data dari para penyuluh keluarga berencana tercatat jumlah yang sudah dipetakan dari 170 dapur SPPG itu ada sebanyak 15.362 penerima manfaat dan yang sudah berjalan (mendapatkan MBG) di Mei ini memang baru 1.595 penerima manfaat," kata Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (BKKBN) Provinsi Jawa Tengah, Eka Sulistia Ediningsih, di Sragen, Senin, 16 Juni 2025.
| Baca: Perluas Cakupan Penerima MBG, Pemkab Jepara Tambah 5 Dapur
|
"Kemudian karena ini kan masa libur (sekolah) ya, pengantaran (MBG) ke anak sekolah libur juga. Tapi untuk itu juga sedang dipersiapkan, termasuk juga omprengnya juga sedang dipersiapkan. Ketika anak-anak nanti masuk sekolah, maka kami akan mulai lagi," jelasnya.
Sementara kegiatan Edukasi untuk Program Bantuan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting atau Genting merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mencegah angka stunting. Dimana hal itu sejalan dengam tujuan MBG.
Penasehat DWP Kementiran Kependudukan dan Pembangunan Keluarga / BKKBN, Uni Kuslantasi mengungkapkan, pemerintah tengah gencar menjalankan program Genting (gerakan orang tua asuh cegah stunting).
"Ini edukasi tentang pemanfaatan bantuan tambahan makanan dari orang tua asuh. Siapapun bisa menjadi orang tua asuh termasuk corporate, perusahaan atau personal. Bantuan diberikan pada ibu hamil, ibu menyusui dan batuta. Kenapa batuta? karena 1.000 hari pertama kelahiran itu menentukan untuk mencegah stunting. Makanya sasaran batuta agar pertumbuhan maksimal," ungkapnya.