Ilustrasi: seorang warga sedang berpayung ditengah hujan lebat .ANTARA/HO-
BMKG Sebut Sumatra Utara Berpotensi Hujan Lebat Sepekan ke Depan, Ini Pemicunya
Silvana Febiari • 22 September 2026 18:16
Medan: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut Sumatra Utara masih berpotensi diguyur hujan dalam sepekan ke depan. Kondisi tersebut dipengaruhi sirkulasi siklonik yang terbentuk di Laut China Selatan.
Ketua Tim meteorologi Early Warning Sistem BMKG Martha Rosefa mengatakan, sirkulasi siklonik di Laut China Selatan memicu daerah konvergensi dan perlambatan angin hingga Pesisir Barat Sumatra Utara serta perairan barat Sumatra. Kondisi ini meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut.
"Kondisi atmosfer yang cukup labil di Sumatra Utara turut mendukung terbentuknya awan konvektif. Begitu juga dengan aktivitas gelombang ekuator juga menunjukkan adanya peningkatan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Sumatra Utara," kata Martha, dilansir dari Antara, Selasa, 22 September 2026.
Baca Juga :
Martha mengatakan cuaca di Sumatra Utara dalam sepekan ke depan umumnya didominasi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat.
Sejumlah wilayah yang berpotensi hujan antara lain di Kabupaten Langkat, Binjai, Medan, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Asahan, Batubara, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu Selatan, Pakpak Bharat, Dairi, Karo, Humbang Hasundutan.
Kondisi yang sama juga dapat terjadi di Simalungun, Pematang Siantar, Toba, Samosir, Tapanuli Selatan, Padang Sidempuan, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Tapanuli Tengah, Sibolga, Tapanuli Utara, Mandailing Natal, Nias Selatan.
.jpg)
Cuaca buruk yang disertai mendung dan hujan deras memengaruhi visibilitas pengendara kendaraan bermotor. ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo
Pada periode seminggu ke depan, potensi hujan di Sumatra Utara masih dipengaruhi gelombang atmosfer yang aktif. Kondisi ini juga dipicu daerah perlambatan dan pertemuan angin akibat belokan angin yang memanjang dari Pesisir Barat hingga Pesisir Timur Sumatra Utara, sehingga meningkatkan pertumbuhan awan hujan.
Didukung labilitas lokal yang kuat membuat pengangkatan massa udara lebih optimal. Kondisi ini berpotensi memicu hujan sedang hingga sangat lebat disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat pada siang hingga malam hari di Sumatra Utara.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca tersebut. Masyarakat juga diminta mengambil langkah antisipatif agar aktivitas sehari-hari tetap aman dan lancar.
"Selalu merujuk kepada informasi dari BMKG agar tidak mudah mempercayai informasi cuaca dari sumber yang tidak resmi," ucapnya.