Akademisi FEB UIN Jakarta Raih Dana Riset MoRa The Air Funds 2026

Kampus UIN Jakarta. DOK UIN Jakarta

Akademisi FEB UIN Jakarta Raih Dana Riset MoRa The Air Funds 2026

Surya Perkasa • 21 September 2026 21:59

Jakarta: Akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta menerima dana riset unggulan dari Mora Air Fund 2026. Mereka ialah Prof Dr Ibnu Qizam M.Si, Rizqon Halal syah Aji, PhD, Yoghi Citra Pratama PhD, dan Dr Asyari Hasan.

Mereka mengusung tema riset inklusi keuangan syariah untuk mendukung kebijakan yang lebih tepat sasaran. Riset tersebut diberi judul “The Antecedens and the consequences of Sharia Financial inclution in Indonesia, Malaysia and Turkey: Development of It Based-Economic-Value and Socio-Religiousity Indices for Empowering Ummah.”

"Riset lintas negara itu bertujuan mengkaji inklusi keuangan syariah secara menyeluruh. Baik dari sisi faktor-faktor yang mendorongnya, maupun dampaknya terhadap masyarakat," ujar Dekan FEB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof Dr Ibnu Qizam, dalam keterangan tertulis, Senin, 21 September 2026.

Penelitian yang membandingkan Indonesia, Malaysia, dan Turki, ini diharapkan dapat mengidentifikasi tantangan, peluang, dan praktik terbaik dalam memperluas akses. Termasuk pemanfaatan layanan keuangan syariah.

Menurut Ibnu, kajian itu juga menelaah nilai ekonomi dan perubahan perilaku sosial-keagamaan, yang berkaitan dengan peningkatan inklusi keuangan syariah. "Termasuk dalam pengambilan keputusan keuangan, partisipasi sosial, religiositas, dan kualitas hidup," kata Ibnu.



Hasil penilitian ini juga meliputi pengembangan tiga instrumen pengukuran. Yakni, indeks inklusi keuangan syariah yang lebih komprehensif (MSSFII), indeks nilai ekonomi inklusi keuangan syariah (EVISFI), dan indeks perubahan perilaku sosial-keagamaan (SRISFI).

"Ketiga indeks itu akan diintegrasikan ke dalam aplikasi komputer, yang dapat membantu pemerintah dan pemangku kepentingan memetakan sasaran, menyusun anggaran, melakukan analisis biaya-manfaat. Serta merancang program pemberdayaan umat yang lebih terukur dan tepat sasaran," ucapnya.
 


Pada akhirnya, hasil riset itu diharapkan menjadi dasar ilmiah bagi kebijakan. Yang mendorong kesejahteraan ekonomi, penguatan sosial-keagamaan, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

(Surya Perkasa)