Polda Kalsel Lokalisasi Karhutla yang Mendekati RSJ Sambang Lihum

Personel Polda Kalsel berjibaku padamkan api yang membakar lahan sekitar RSJ Sambang Lihum, Rabu (23/9/2026) malam. ANTARA/Firman

Polda Kalsel Lokalisasi Karhutla yang Mendekati RSJ Sambang Lihum

Whisnu Mardiansyah • 23 September 2026 22:54

Banjar: Polda Kalimantan Selatan berupaya melokalisasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mendekati Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum di Jalan Gubernur Syarkawi, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Rabu malam.

Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan mengatakan petugas berupaya membatasi area kebakaran agar kobaran api tidak meluas ke lingkungan rumah sakit.

"Kami mengurung area kebakaran agar api tidak menjalar hingga mendekati rumah sakit," kata Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan di Banjar, seperti dilansir Antara, Rabu, 23 September 2026.

Upaya pemadaman di lahan gambut tersebut diperkuat dengan penggunaan cairan surfaktan Pyrox Presisi. Cairan konsentrat pemadam kebakaran lahan gambut itu diproduksi Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) Polda Kalsel.

Pyrox Presisi digunakan dengan metode suntik gambut untuk membasahi lapisan tanah hingga kedalaman dua meter. Sebelum diaplikasikan, cairan surfaktan tersebut dicampurkan dengan air yang berada di kolam portabel bioflok di sekitar lokasi kebakaran.
 


"Ada lima kolam bioflok disiapkan sebagai sumber air mendukung proses pemadaman," kata dia.

Selain memperkuat pemadaman, Polda Kalsel menggunakan drone thermal untuk memetakan sumber titik api. Perangkat tersebut digunakan untuk mendeteksi tingkat suhu bara yang berada di dalam tanah.

Hasil pemantauan drone menunjukkan area lahan yang terbakar di sekitar lokasi mencapai sekitar sembilan hektare.


Kebakaran terjadi di kawasan lahan gambut yang berada di sekitar RSJ Sambang Lihum, Kabupaten Banjar. MI

Sementara itu, dampak kabut asap dari kebakaran turut memengaruhi kondisi lingkungan RSJ Sambang Lihum. Pihak rumah sakit kemudian mengevakuasi 167 pasien ke lokasi yang lebih aman.

Evakuasi dilakukan setelah kabut asap masuk ke area rumah sakit dan menyebabkan kondisi ruang perawatan menjadi tidak sehat bagi pasien.

(Whisnu M)