Orangutan Sempurna Mati Usai Ditemukan Kritis, Nekropsi Ungkap Gangguan Paru

Tim BKSDA dan IARI mengevakuasi Orangutan Sempurna dari kawasan perkebunan kelapa sawit milik warga di Dusun Sempurna, Desa Kuala Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara, Kabupaten Ketapang. ANTARA/HO : IARI Kalbar

Orangutan Sempurna Mati Usai Ditemukan Kritis, Nekropsi Ungkap Gangguan Paru

Deny Irwanto • 4 September 2026 10:01

Pontianak: Orangutan bernama Sempurna akhirnya mati setelah ditemukan dalam kondisi kritis di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Hasil nekropsi menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ vital, terutama paru-paru, yang diduga berkaitan dengan paparan asap.

Kepala BKSDA Kalimantan Barat, Murlan Dameria Pane, mengatakan hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi paru-paru Sempurna mengalami gangguan serius.

"Dari hasil nekropsi yang dilakukan pada oleh orangutan tersebut, tim medis dari IARI menemukan perubahan patologis signifikan pada sejumlah organ vital, terutama paru-paru yang mengalami kongesti dan atelektasis parsial," kata Murlan di Pontianak seperti dilansir Antara, Jumat, 4 September 2026.

Sempurna sebelumnya ditemukan di kawasan perkebunan kelapa sawit milik warga di Dusun Sempurna, Desa Kuala Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara, Kabupaten Ketapang.

Laporan mengenai kondisi orangutan tersebut diterima BKSDA Kalbar dari masyarakat pada Minggu (30/8) sekitar pukul 07.00 WIB. Tim gabungan kemudian segera mendatangi lokasi untuk memberikan pertolongan.

Tim BKSDA dan IARI mengevakuasi Orangutan Sempurna dari kawasan perkebunan kelapa sawit milik warga di Dusun Sempurna, Desa Kuala Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara, Kabupaten Ketapang. ANTARA/HO : IARI Kalbar
 
"Menanggapi hal tersebut, tim gabungan BKSDA Kalbar bersama Yayasan IAR Indonesia kemudian bergerak ke lokasi dan menemukan Sempurna dalam kondisi tidak mampu berdiri, gerak terbatas, serta mengalami gangguan pernapasan," jelasnya.

Kondisi Sempurna Terus Memburuk


Petugas memberikan penanganan awal berupa pemberian oksigen dan cairan infus. Sempurna kemudian dibawa ke pusat rehabilitasi Yayasan IAR Indonesia sekitar pukul 11.30 WIB untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Namun, kondisi orangutan tersebut terus menurun. Tim medis sempat melakukan resusitasi jantung dan paru atau CPR, tetapi Sempurna akhirnya dinyatakan mati sekitar pukul 15.20 WIB.

Murlan mengatakan hasil pemeriksaan sementara mengarah pada dugaan paparan asap yang menyebabkan gangguan fungsi paru dan hipoksia akut.

"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan," ungkap Murlan.

Laporan Warga Jadi Bagian Penting

Kasus Sempurna juga menjadi pengingat pentingnya keterlibatan masyarakat dalam penanganan satwa liar yang berada dalam kondisi darurat. BKSDA Kalbar mengapresiasi warga yang segera melaporkan keberadaan orangutan tersebut sehingga petugas dapat memberikan penanganan secepat mungkin.

BKSDA mengimbau masyarakat tidak mencoba menangani sendiri satwa liar yang ditemukan sakit, terluka, atau terdampak asap. Satwa dalam kondisi tersebut sebaiknya segera dilaporkan kepada petugas berwenang agar mendapatkan penanganan yang sesuai.

"Masyarakat dapat melaporkan temuan satwa liar kepada BKSDA Kalimantan Barat melalui nomor 08115776767 atau petugas di wilayah Ketapang melalui nomor 08115670041," ujarnya.


(Deny Irwanto)