Presiden Prabowo Tegaskan Upaya Hentikan Kebocoran Kekayaan Negara

Presiden Prabowo Subianto berpidato pada puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) Partai Kebangkitan Bangsa di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta (23/7/2026). (ANTARA/Rio Feisal)

Presiden Prabowo Tegaskan Upaya Hentikan Kebocoran Kekayaan Negara

Achmad Zulfikar Fazli • 24 July 2026 00:27

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto mengatakan pemerintah terus berupaya menekan kebocoran kekayaan negara. Hal ini untuk memastikan anggaran dapat digunakan untuk pembangunan infrastruktur yang digunakan masyarakat.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam peringatan Hari Lahir ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa di Jakarta Convention Center (JCC). Prabowo juga menyinggung analisis sejumlah pakar yang menyoroti ekonomi Indonesia tidak efisien.

"Apa arti tidak efisien? Artinya banyak kekayaan bocor. Mereka yang kasih nilai itu. Mereka hitung bahwa angka kita, ekonomi kita, ICOR kita 6,5," kata Presiden Prabowo di Jakarta, Kamis, 23 Juli 2026.

Kepala Negara merujuk kepada Incremental Capital Output Ratio (ICOR) sebuah indikator efisiensi dari investasi. Rasio itu memperlihatkan seberapa banyak investasi yang dibutuhkan untuk menghasilkan setiap unit tambahan hasil atau pertumbuhan ekonomi. Indonesia memiliki skor ICOR 6,24 pada 2025 dan 6,50 pada 2024.

Presiden menjelaskan dengan skor tersebut berarti untuk mendapatkan pertumbuhan 1 dolar, perlu dikeluarkan sebanyak sekitar 6,24 dolar. Jumlah itu memperlihatkan selisih sekitar 2 dolar dari beberapa negara tetangga Indonesia.

"(Sebanyak) dua per enam, sepertiga. Ini artinya 30 persen kekayaan kita bocor. Anggaran negara adalah 270 miliar dolar, Rp3.700 triliun kurang lebih. Jadi, kalau 30 persen bocor, artinya ya lebih Rp1.000 triliun bocor. Ini sedang saya hentikan. Saya mau tutup ini," kata Prabowo.

Presiden Prabowo Subianto. Dok. BPMI Setpres

Dia juga menyoroti praktik penggelembungan harga yang dilakukan sejumlah pihak, termasuk lembaga pemerintah. Dengan menghentikan praktik seperti itu dalam beberapa bulan pertama pemerintahannya, Prabowo mengatakan telah berhasil menghemat sekitar Rp300 triliun.

"Ini yang kita gunakan untuk makan bergizi. Ini yang kita gunakan untuk jembatan tadi yang disebut, 5 ribu jembatan kita bangun sampai Desember 2026. Kalau perlu tahun depan kita bangun lebih," tutur Prabowo.

(Achmad Zulfikar Fazli)