Serangan Separatis di Balochistan Pakistan Tewaskan Delapan Polisi

Garis polisi dipasang di lokasi ledakan bom bunuh diri di Pakistan. (Anadolu Agency)

Serangan Separatis di Balochistan Pakistan Tewaskan Delapan Polisi

Willy Haryono • 31 January 2026 16:37

Quetta: Sedikitnya delapan anggota kepolisian Pakistan tewas dalam serangkaian serangan bersenjata terkoordinasi yang diduga dilakukan kelompok separatis di Provinsi Balochistan, Pakistan barat daya, pada Minggu dini hari.

Dikutip dari Al Jazeera, Sabtu, 31 Januari 2026, serangan tersebut menyasar sejumlah kantor polisi di ibu kota provinsi Quetta dan dimulai sekitar pukul 03.00 waktu setempat. Aparat menyebut para pelaku merupakan kelompok bersenjata etnis Baloch yang melakukan aksi secara serentak di beberapa wilayah.

Seorang pejabat keamanan senior yang berbasis di Quetta mengatakan serangan bersenjata dan bom bunuh diri dilancarkan di sejumlah distrik, termasuk Quetta, Pasni, Mastung, Nushki, dan Gwadar. Ia menyebut aksi tersebut akhirnya dapat digagalkan setelah aparat keamanan merespons dengan cepat, meski tidak merinci jumlah korban secara resmi.

Beberapa anggota pasukan keamanan Pakistan dilaporkan diculik dalam rangkaian serangan tersebut. Otoritas setempat juga menghentikan sementara layanan internet dan kereta api, sementara operasi keamanan skala besar masih berlangsung di berbagai titik.

Provinsi Balochistan telah lama dilanda konflik separatis. Pemerintah Pakistan selama puluhan tahun menghadapi pemberontakan kelompok bersenjata yang kerap menargetkan aparat negara, warga pendatang, serta kepentingan asing di wilayah kaya sumber daya alam yang berbatasan dengan Afghanistan dan Iran tersebut.

Kelompok separatis Balochistan Liberation Army (BLA), yang dikenal sebagai kelompok paling aktif di wilayah itu, mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. BLA menyatakan serangan mereka menargetkan instalasi militer, kepolisian, serta pejabat administrasi sipil melalui aksi bersenjata dan bom bunuh diri.

Hingga kini, pemerintah Pakistan belum memberikan pernyataan resmi terkait klaim tanggung jawab dari BLA.

Baca juga:  Bom Bunuh Diri Guncang Pernikahan di Pakistan, 7 Orang Tewas 25 Terluka

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)