BGN ke SPPG: MBG Sifatnya Sukarela, Jangan Paksa dan Intimidasi Sekolah!

Wakil Kepala BGN bidang Komunikasi Publik dan Investigasi Nanik Sudaryati Deyang (tengah) pada pertemuan bersama kepala SPPG se-Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (26/1/2026). ANTARA/HO-BGN

BGN ke SPPG: MBG Sifatnya Sukarela, Jangan Paksa dan Intimidasi Sekolah!

Achmad Zulfikar Fazli • 26 January 2026 13:42

Jakarta: Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan tidak akan memaksa sekolah yang menolak Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Seluruh kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) juga diminta tidak memaksa sekolah atau siswa menjadi penerima manfaat MBG.

"Para kepala SPPG tidak boleh memaksa. Kalau ada sekolah yang tidak mau menerima MBG karena misalnya para siswa sekolah itu anak-anak orang yang mampu, ya enggak apa apa," kata Wakil Kepala BGN bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, dalam keterangan resmi di Jakarta, dilansir dari Antara, Senin, 26 Januari 2026.

Hal ini disampaikan Nanik  merespons keluhan seorang kepala SPPG dari salah satu kecamatan di Kabupaten Banyuwangi yang kesulitan meningkatkan jumlah penerima manfaat MBG di wilayahnya, karena beberapa sekolah elite dengan ribuan siswa menolak menerima MBG.

Nanik menjelaskan pada prinsipnya, pemerintah ingin memberikan MBG kepada seluruh anak Indonesia agar mendapatkan gizi yang baik. Tetapi, penerimaan MBG sifatnya sukarela.

"Tidak boleh ada pemaksaan, apalagi intimidasi dari SPPG atau dari instansi mana pun, seolah-olah sekolah yang tidak mau menerima MBG berarti tidak menyukseskan program pemerintah," ujar dia.
 

Baca Juga: 

Setahun Berjalan, Program MBG Layani 55,5 Juta Penerima Manfaat



Ilustrasi Makan Bergizi Gratis (MBG). Foto- Metrotvnews.com/Hendrik

Menurut dia, tidak ada masalah jika sekolah-sekolah elite sudah mampu mencukupi kebutuhan gizi bagi para siswanya, dan memutuskan tidak menerima MBG.

"Pokoknya, untuk para kepala SPPG, kami dari BGN tidak ada unsur pemaksaan sedikit pun," ucap Nanik.

Nanik menyarankan para kepala SPPG berkeliling di wilayah cakupannya untuk mencari penerima manfaat lain yang lebih membutuhkan. Misalnya, ke pesantren-pesantren kecil, anak-anak putus sekolah, atau anak-anak jalanan yang masih usia sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

"Banyak yang belum menerima MBG, sementara mereka sangat membutuhkan," ujar Nanik.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Achmad Zulfikar Fazli)