Wakil Sekretaris Jenderal untuk Operasi Perdamaian PBB Jean-Pierre Lacroix. (Anadolu Agency)
PBB: Pasukan Perdamaian Tak Boleh Jadi Sasaran Serangan
Fajar Nugraha • 31 March 2026 10:59
New York: Wakil Sekretaris Jenderal untuk Operasi Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Jean-Pierre Lacroix menegaskan bahwa pasukan perdamaian tidak boleh menjadi sasaran.
Hal ini terkait insiden terbaru dua prajurit TNI yang dilaporkan gugur dalam tugas di Lebanon pada 30 Maret. Sebelumnya satu TNI juga gugur dalam serangan proyektil pada 29 Maret dan melukai tiga lainnya.
“Pagi ini, dua pasukan penjaga perdamaian Indonesia kehilangan nyawa dalam ledakan yang menghantam konvoi logistik UNIFIL, menghancurkan kendaraan mereka, dekat Bani Hayyan di Sektor Timur. Dua pasukan penjaga perdamaian lainnya terluka, satu di antaranya serius. Asal ledakan belum ditentukan,” ujar Lacroix, dalam pernyataan UNIFIL, Selasa 31 Maret 2026.
“Kemarin, seorang pasukan penjaga perdamaian dari kontingen Indonesia tewas dalam ledakan di dalam pangkalan UNIFIL di Ett Taibe juga di Sektor Timur. Pasukan penjaga perdamaian lainnya terluka parah dan dievakuasi ke rumah sakit di Beirut,” imbuhnya.
Pasukan Penjaga Perdamaian UNIFIL
Lacroix menyampaikan belasungkawa terdalam saya kepada keluarga para pasukan penjaga perdamaian yang gugur dan Pemerintah Indonesia. “Saya berharap kesembuhan penuh bagi mereka yang terluka. Kami mengutuk keras insiden yang tidak dapat diterima ini,” tegasnya.“Pasukan penjaga perdamaian tidak boleh menjadi sasaran. UNIFIL sedang menyelidiki insiden-insiden ini untuk menentukan keadaan dari perkembangan tragis ini,” ungkap Lacroix.
“Kami juga tetap sangat prihatin tentang beberapa insiden perilaku agresif terhadap pasukan penjaga perdamaian UNIFIL dalam beberapa hari terakhir. Semua tindakan yang membahayakan pasukan penjaga perdamaian harus dihentikan. Semua pihak harus mematuhi kewajiban mereka untuk memastikan keselamatan dan keamanan pasukan penjaga perdamaian setiap saat,” jelas Lacroix.
Bagi Lacroix, keutuhan instalasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) harus dihormati. Pasukan penjaga perdamaian kami tetap berada di lapangan, melaksanakan tugas-tugas yang diamanatkan Dewan Keamanan, dalam kondisi yang sangat berbahaya ini.
Para penjaga perdamaian terbatas dalam apa yang mereka lakukan, tetapi mereka terus melakukan apa pun yang mungkin bagi mereka. Para perempuan dan laki-laki UNIFIL menunjukkan keberanian dan komitmen yang luar biasa untuk memajukan perdamaian dan keamanan internasional jauh dari rumah.
Resolusi 1701
Lacroix mengulangi seruan Sekretaris Jenderal kepada semua pihak untuk menghentikan pertempuran. Hanya implementasi penuh resolusi Dewan Keamanan 1701 (2006) oleh kedua belah pihak yang akan memungkinkan solusi jangka panjang untuk konflik tersebut.“Kita berlandaskan pada resolusi 1701, bukan? UNIFIL memiliki mandat ini, dan resolusi 1701 juga merupakan platform politik yang dimaksudkan untuk mencapai solusi yang berkelanjutan terhadap situasi tersebut. Jadi berdasarkan resolusi 1701 dan hukum internasional, jelas bahwa kita memiliki banyak pelanggaran - pelanggaran dalam hal serangan dari selatan ke utara, juga dari utara ke selatan,” ucap Lacroix.
“Kita jelas memiliki kehadiran IDF di Lebanon, yang merupakan pelanggaran tersendiri. Dan semua serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian, juga, merupakan pelanggaran. Kita memiliki banyak pelanggaran terhadap resolusi 1701,” imbuhnya.
Lacroix menyerukan tentu saja akan mengingatkan para pihak tentang kewajiban mereka terhadap pasukan penjaga perdamaian dan UNIFIL. Seruan yang lebih luas, yang sekali lagi diulangi oleh Sekretaris Jenderal adalah bahwa ada Tidak mungkin ada solusi militer. Harus ada solusi politik. Kerangka kerja untuk solusi politik sudah ada -,resolusi 1701,- yang masih dianut oleh semua pihak, berdasarkan informasi terbaik yang kami dengar dari mereka.”
“Tentu saja kami berhubungan dengan negara-negara penyumbang pasukan. Kami berhubungan dengan Indonesia, dan tentu saja saya menyampaikan belasungkawa dan solidaritas kami kepada mereka. Kami juga memberi tahu mereka tentang apa yang dilakukan untuk para penjaga perdamaian yang gugur dan yang terluka. Jadi ya, tentu saja,” kata Lacroix.
“Saya harus mengatakan bahwa hubungan dengan IDF terus berlanjut, yang memungkinkan UNIFIL untuk menyelesaikan sejumlah pergerakan, misalnya, untuk pasokan ulang posisi atau untuk dukungan kepada penduduk sipil di daerah tersebut,” pungkas Lacroix.
Baca juga: Kemhan: 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon