Ratusan Kasus Campak Ditemukan di Subang

Ilustrasi penyakit campak. (ANTARA/HO-Sutterstock)

Ratusan Kasus Campak Ditemukan di Subang

Silvana Febiari • 5 April 2026 15:56

Subang: Ratusan kasus campak ditemukan di Subang, Jawa Barat sepanjang tahun 2025 hingga triwulan pertama tahun 2026. Campak merupakan penyakit menular yang hingga kini masih ditemukan setiap tahun dan belum sepenuhnya hilang. 

"Jadi campak ini bukan penyakit yang sudah hilang. Setiap tahun selalu ada kasus, dan ini perlu menjadi kewaspadaan bersama," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Subang Indriati Oetama, dilansir dari Antara, Minggu, 5 April 2026

Campak adalah penyakit menular akut yang disebabkan oleh virus. Penyakit ini biasanya menyerang anak-anak dan dapat bersifat ringan hingga sedang. 
 


Penularannya terjadi dari orang ke orang, baik melalui droplet maupun udara (airborne). Penyakit ini disebabkan oleh virus yang termasuk dalam genus Morbillivirus dari keluarga Paramyxoviridae.

Sejak pertengahan tahun 2025 hingga Maret 2026, kasus campak di wilayah Subang masih terus ditemukan. Tercatat sebanyak 146 kasus suspek, dengan 55 di antaranya telah menjalani pemeriksaan laboratorium, dan 33 kasus dinyatakan positif.

Jika dalam satu wilayah ditemukan lebih dari lima kasus suspek, kondisi tersebut sudah tergolong serius. Hal ini dapat dikategorikan sebagai kejadian luar biasa yang memerlukan penanganan khusus.


Ilustrasi campak. (Freepik)


Catatan Kementerian Kesehatan, penyakit ini termasuk ke dalam golongan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Atas hal tersebut Dinkes Subang kini tengah mengintensifkan program kejar imunisasi campak, khususnya bagi anak usia 9 hingga 59 bulan.

Masyarakat diimbau memanfaatkan layanan kesehatan, seperti posyandu dan puskesmas. Layanan ini juga tersedia melalui kegiatan di PAUD yang diselenggarakan oleh petugas kesehatan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)