Wakil Ketua Bidang Ekonomi Kreatif dan Digital DPD PDI Perjuangan Sulawesi Selatan
Peran Anak Muda dan Perempuan Kunci Tangguh Hadapi Krisis Iklim dan Bencana
Whisnu Mardiansyah • 12 January 2026 21:19
Jakarta: Di tengah tantangan krisis iklim dan bencana ekologis yang berulang, peran anak muda dan perempuan dinilai kian strategis sebagai garda terdepan dalam merawat bumi dan memperkuat mitigasi bencana. Hal ini ditegaskan Erika Tansil, Wakil Ketua Bidang Ekonomi Kreatif dan Digital DPD PDI Perjuangan Sulawesi Selatan, usai peluncuran buku 'Spirit Kemanusiaan'.
"Buku Spirit Kemanusiaan menggambarkan manajemen mitigasi bencana Ibu Megawati Soekarnoputri, sekaligus perhatian beliau yang begitu besar terhadap gerakan menjaga lingkungan dan bumi. Ini menjadi rujukan penting, terutama bagi anak muda dan perempuan, untuk memahami bahwa mitigasi bencana bukan hanya soal respons darurat, tetapi tentang keberpihakan pada alam dan manusia," ujar Erika di sela Rakernas I PDIP di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta, pada Minggu, 11 Januari 2026.
Buku karya Kristin Samah tersebut secara mendalam memotret pandangan, nilai, dan praktik Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam mengelola risiko bencana serta kepeduliannya terhadap isu lingkungan.
Erika menegaskan, perempuan memiliki keunggulan perspektif dalam isu lingkungan karena kedekatannya dengan ruang hidup sehari-hari seperti air, pangan, dan kesehatan keluarga.
Sementara itu, anak muda dengan daya inovasi dan penguasaan teknologi digital menjadi aktor penting dalam membangun kesadaran publik, edukasi kebencanaan, dan advokasi lingkungan yang lebih progresif.
"Anak muda hari ini tidak cukup hanya vokal di media sosial. Mereka harus hadir sebagai agen perubahan mendorong literasi lingkungan, mitigasi berbasis komunitas, hingga inovasi ekonomi hijau. Di sinilah peran perempuan dan anak muda saling menguatkan," tambahnya.
Lebih lanjut, Erika menilai pendekatan Megawati Soekarnoputri dalam mitigasi bencana, sebagaimana tergambar dalam buku tersebut, menekankan pentingnya pencegahan, tata kelola lingkungan, dan keberanian politik untuk melawan praktik eksploitasi alam yang merusak.
"Merawat pertiwi bukan pilihan, tetapi tanggung jawab kolektif. Anak muda dan perempuan harus berdiri di barisan depan, memastikan pembangunan tidak mengorbankan bumi dan kemanusiaan," tegas Erika Tansil.
Ia berharap nilai-nilai dalam buku 'Spirit Kemanusiaan' dapat menginspirasi dan mengingatkan bahwa masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh sejauh mana generasi muda dan perempuan berani mengambil peran nyata dalam menjaga bumi dan memperkuat ketahanan bencana.