Menlu Sugiono Tegaskan Peran Diplomasi Indonesia untuk Palestina dan Dunia Islam

Menteri Luar Negeri Sugiono dalam pidato PPTM di Kemenlu RI, Jakarta, Rabu, 14 Januari 2026. (YouTube / MoFA Indonesia)

Menlu Sugiono Tegaskan Peran Diplomasi Indonesia untuk Palestina dan Dunia Islam

Willy Haryono • 14 January 2026 15:17

Jakarta: Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan bahwa diplomasi Indonesia akan terus hadir secara konsisten dan berprinsip dalam setiap upaya menuju Palestina yang damai dan merdeka. Isu Palestina, menurut dia, menjadi pengingat bahwa diplomasi tidak boleh kehilangan nilai kemanusiaannya.

“Palestina adalah pengingat bahwa diplomasi tidak boleh kehilangan nuraninya,” ujar Menlu Sugiono dalam Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) 2026 yang disampaikan di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Rabu, 14 Januari 2026.

Dalam PPTM 2026, Sugiono menggambarkan berbagai krisis global yang masih berlarut, termasuk situasi di Gaza yang hingga kini belum menunjukkan upaya nyata untuk dihentikan secara menyeluruh. Ia menegaskan kembali arahan Presiden Prabowo Subianto bahwa Indonesia tidak boleh berdiam diri ketika pelanggaran kemanusiaan terjadi secara terang-terangan.

Indonesia, kata Menlu Sugiono, memilih terlibat aktif dalam berbagai inisiatif internasional terkait Palestina. Di antaranya sebagai co-chair Working Group di Perserikatan Bangsa-Bangsa yang menghasilkan New York Declaration, serta mendorong implementasi Sharm El Sheikh Peace Summit sebagai bagian dari upaya diplomasi perdamaian.

Selain itu, Indonesia juga berperan aktif dalam pembahasan pembentukan International Stabilization Force (ISF) di Gaza. “ISF merupakan instrumen sementara untuk mendukung gencatan senjata permanen dan kelancaran bantuan kemanusiaan di Gaza, sementara tujuan akhir tetap perdamaian Palestina melalui Solusi Dua Negara,” jelas Menlu Sugiono.

Bagi Indonesia, perjuangan bagi kemerdekaan Palestina merupakan amanat konstitusi yang harus terus dijaga dan diperjuangkan. Pemerintah menegaskan komitmen untuk terus mendorong penghentian kekerasan, pemulihan kondisi kemanusiaan, serta terwujudnya Palestina yang damai dan merdeka melalui berbagai forum internasional.

Dalam kesempatan yang sama, Sugiono juga menekankan penguatan diplomasi Indonesia dengan dunia Islam melalui pendekatan yang lebih fokus, terencana, dan lintas sektor. Berangkat dari pengalaman Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar dan rekam jejak moderasi yang kuat, Indonesia dinilai memiliki kredibilitas sekaligus tanggung jawab untuk membangun kerja sama yang lebih substantif.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Kementerian Luar Negeri menyusun Peta Jalan Kerja Sama dengan Dunia Islam sebagai kerangka kebijakan jangka panjang yang lebih terstruktur dan berorientasi hasil. Peta jalan ini ditujukan agar kerja sama Indonesia dengan dunia Islam berjalan secara konsisten, terukur, dan mendukung kepentingan nasional.

Sugiono menambahkan bahwa penguatan diplomasi Indonesia di dunia Islam juga diterjemahkan dalam langkah-langkah konkret, termasuk dukungan terhadap inisiatif Kampung Haji Indonesia di Mekkah. Inisiatif ini dipandang sebagai bagian dari penguatan kapasitas negara dalam meningkatkan kualitas layanan bagi jamaah haji Indonesia.

Baca juga:  Ketidakpastian Global Meningkat, Indonesia Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)