Menlu Iran Tegaskan Tidak Ada Pedemo yang Dieksekusi Mati

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. Foto: Anadolu

Menlu Iran Tegaskan Tidak Ada Pedemo yang Dieksekusi Mati

Fajar Nugraha • 15 January 2026 08:40

Teheran: Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan bahwa ada satu pun pedemo yang akan dieksekusi oleh pemerintah. Araghchi membantah laporan bahwa pedemo akan dihukum gantung atas tindakannya.

“Tidak akan ada hukuman gantung hari ini atau besok," tegas Menlu Araghchi dalam sebuah wawancara dengan jaringan televisi AS Fox News, yang dikutip AFP, Kamis 15 Januari 2026.

"Saya dapat memberi tahu Anda, saya yakin bahwa tidak ada rencana untuk hukuman gantung," kata Araghchi, juga menuduh Israel mengatur kekerasan, tanpa memberikan bukti.

Sebuah kelompok hak asasi manusia secara terpisah mengatakan bahwa eksekusi seorang pria Iran yang ditangkap selama gelombang protes, Erfan Soltani yang berusia 26 tahun, tidak akan dilakukan sesuai jadwal pada hari Rabu, dengan alasan kerabatnya.

Kabar mengenai tidak adanya hukuman mati ini juga diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Trump mengatakan pembunuhan di Iran telah berhenti, Teheran mengatakan 'tidak ada rencana untuk hukuman gantung'

Presiden AS Donald Trump mengatakan ia telah diberitahu bahwa pembunuhan terhadap para demonstran di Iran telah dihentikan, tetapi menambahkan bahwa ia akan "mengamati dan melihat" tentang ancaman tindakan militer.

Trump telah berulang kali berbicara dalam beberapa hari terakhir tentang membantu rakyat Iran atas penindakan terhadap protes yang menurut kelompok hak asasi manusia telah menyebabkan setidaknya 3.428 orang tewas.

Namun dalam pengumuman mengejutkan di Gedung Putih, Trump mengatakan bahwa ia sekarang telah menerima jaminan dari "sumber-sumber yang sangat penting di pihak lain" bahwa Teheran telah menghentikan pembunuhan, dan eksekusi tidak akan dilanjutkan.

"Mereka mengatakan pembunuhan telah berhenti dan eksekusi tidak akan terjadi -,seharusnya ada banyak eksekusi hari ini dan eksekusi tidak akan terjadi,- dan kita akan mencari tahu," kata Trump.

Ia tidak memberikan rincian dan mencatat bahwa Amerika Serikat belum memverifikasi klaim tersebut.

Ketika ditanya oleh seorang reporter AFP di Ruang Oval apakah aksi militer AS kini telah dikesampingkan, Trump menjawab: "Kita akan mengamati dan melihat bagaimana prosesnya."

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)