GBK dan Si Jalak Harupat Dipilih Jadi Venue FIFA ASEAN Cup 2026

Stadion GBK. Foto: Medcom.id.

GBK dan Si Jalak Harupat Dipilih Jadi Venue FIFA ASEAN Cup 2026

Putri Purnama Sari • 11 August 2026 13:31

Jakarta: Indonesia menyiapkan dua stadion untuk menjadi venue FIFA ASEAN Cup 2026. Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, dan Stadion Si Jalak Harupat (SJH), Kabupaten Bandung, dipilih untuk menggelar pertandingan turnamen perdana tersebut.

Penetapan kedua stadion itu menjadi salah satu hasil rapat persiapan FIFA ASEAN Cup 2026 yang digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Senin, 10 Agustus 2026.

Rapat tersebut berlangsung setelah FIFA menetapkan Indonesia sebagai tuan rumah Divisi 1 FIFA ASEAN Cup 2026. Sebelumnya, SUGBK memang telah diproyeksikan menjadi salah satu venue utama apabila Indonesia mendapat kesempatan menjadi tuan rumah.

GBK dan Si Jalak Harupat Punya Pengalaman Internasional


Salah satu sudut Stadion Si Jalak Harupat di Soreang, Kabupaten Bandung (MI/Anggoro)

Pemilihan SUGBK dan Stadion Si Jalak Harupat bukan tanpa alasan. SUGBK selama ini menjadi salah satu stadion utama yang digunakan Timnas Indonesia untuk menjalani pertandingan internasional.

Sementara itu, Stadion Si Jalak Harupat juga memiliki pengalaman menggelar kompetisi sepak bola internasional. Stadion yang berada di Kabupaten Bandung tersebut menjadi salah satu venue Piala Dunia U-17 2023.

Menpora Erick Thohir mengatakan penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup 2026 akan menjadi momen bersejarah bagi Indonesia karena turnamen tersebut merupakan kompetisi pertama FIFA untuk kawasan Asia Tenggara.

"Ini merupakan event FIFA terbesar setelah World Cup. Dan ini akan menjadi sejarah buat bangsa kita, karena FIFA ASEAN yang pertama kali digulirkan di Indonesia," ujar Erick, yang dikutip Selasa, 11 Agustus 2026.

Ia berharap pertandingan yang berlangsung di Jakarta dan Jawa Barat dapat menjadi bagian dari kesuksesan Indonesia sebagai tuan rumah.

Pemerintah Siapkan Dukungan untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Persiapan Indonesia sebagai tuan rumah juga mendapat dukungan pemerintah pusat. Surat Government Guarantee dari Presiden Prabowo Subianto telah dikirimkan kepada FIFA sebagai bagian dari proses pencalonan tuan rumah.

Erick mengatakan FIFA telah memberikan respons positif terhadap surat tersebut. Saat ini, proses yang masih berjalan berkaitan dengan pembahasan host contract antara Indonesia dan FIFA.

Menurut Erick, isi kontrak tersebut secara umum tidak jauh berbeda dengan penyelenggaraan turnamen FIFA yang sebelumnya pernah digelar di Indonesia, seperti Piala Dunia U-20 dan Piala Dunia U-17.

Rapat persiapan yang digelar Kemenpora turut melibatkan sejumlah pihak, di antaranya Kementerian Keuangan, Kementerian Ketenagakerjaan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Polri, PSSI, serta Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK).

Format FIFA ASEAN Cup Berbeda dari Piala AFF

FIFA ASEAN Cup 2026 merupakan turnamen baru yang berada di bawah naungan FIFA. Kompetisi ini bukan sekadar pengganti Piala AFF karena memiliki format tersendiri dengan dua divisi.

Divisi 1 atau Premier Division akan diikuti delapan negara yang terbagi ke dalam dua grup. Sementara itu, Divisi 2 atau Challenge Division terdiri atas enam negara yang juga terbagi ke dalam dua grup.

Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah Divisi 1, sedangkan Hong Kong menjadi tuan rumah Divisi 2. Pembagian grup yang beredar saat ini adalah:

Divisi 1

  • Grup A: Indonesia, India, Malaysia, Singapura
  • Grup B: Vietnam, Pakistan, Thailand, Filipina

Divisi 2

  • Grup A: Hong Kong, Myanmar, Brunei Darussalam
  • Grup B: Kamboja, Laos, Timor Leste

Komposisi tersebut masih berpotensi mengalami perubahan. India sebelumnya dikabarkan mempertimbangkan untuk mundur karena jadwal FIFA ASEAN Cup bertepatan dengan pertandingan melawan Brasil.

Menurut laporan Times of India, federasi sepak bola India disebut akan mempertimbangkan menarik diri apabila FIFA tidak mengizinkan mereka menurunkan tim cadangan.

FIFA ASEAN Cup 2026 Digelar September-Oktober

FIFA ASEAN Cup 2026 dijadwalkan berlangsung pada periode FIFA Matchday September-Oktober. Turnamen tersebut juga telah masuk dalam kalender FIFA 2026.

Dengan ditetapkannya SUGBK dan Stadion Si Jalak Harupat sebagai venue, Indonesia kini mulai mempersiapkan diri untuk menjadi tuan rumah edisi perdana FIFA ASEAN Cup.

Dua stadion tersebut nantinya akan menjadi bagian penting dalam sejarah penyelenggaraan turnamen baru yang membawa sepak bola Asia Tenggara ke bawah naungan FIFA.

(Putri Purnama Sari)