Pasokan Air di Tangerang Sempat Terganggu Pencemaran Bahan Kimia

Perumda Tirta Benteng melakukan pengecekan kualitas air baku. Metrotvnews.com/Hendrik Simorangkir

Pasokan Air di Tangerang Sempat Terganggu Pencemaran Bahan Kimia

Hendrik Simorangkir • 10 February 2026 13:51

Tangerang: Kebakaran di gudang bahan kimia pestisida di kawasan pergudangan Taman Tekno, Tangerang Selatan (Tangsel) pada Senin, 9 Februari 2026 mengakibatkan pencemaran lingkungan. Akibatnya, limbah dari zat kimia dari gudang tersebut mencemari Sungai Cisadane.

Sungai Cisadane merupakan air baku dari perusahaan daerah air minum (PDAM) di Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang sempat menghentikan penyalurannya ke pelanggan. 

"Kebakaran gudang bahan kimia itu membuat air baku Sungai Cisadane tercemar limbah kimia, ditandai dengan adanya bau tidak sedap, kandungan minyak, serta matinya ikan-ikan secara mendadak. Sempat seluruh operasi kami hentikan pada 22.30 WIB, tapi saat ini sudah kembali normal lagi," ujar Direktur Umum Perumda Tirta Benteng, Dody Effendi berdasarkan keterangan tertulis, Selasa, 10 Februari 2026.
 


Menurut Dody, air baku yang digunakan PDAM Tirta Benteng tidak didistribusikan secara langsung, melainkan diolah melalui proses pengolahan fisik dan kimia serta desinfeksi sesuai standar teknis pengolahan air minum. Pihaknya terus memantau kualitas air secara berkala dan tetap mengupayakan agar sesuai standar yang berlaku.

"Kami imbau kepada pelanggan agar sebaiknya dapat menghindari pemakaian air selain daripada MCK (Mandi, Cuci, Kakus) sebagai tindakan pencegahan," jelas Dody.


Perumda Tirta Benteng melakukan pengecekan kualitas air baku. Metrotvnews.com/Hendrik Simorangkir


Direktur Teknik Perumda Tirta Benteng Joko Surana menambahkan, hasil pemantauan menunjukkan pada pukul 00.00 WIB, air sudah tidak lagi terindikasi cemaran bahan kimia maupun berbau. Sebagai langkah pengamanan, seluruh air yang tercemar dibuang ke aliran laut, kemudian dilakukan pengisian ulang dengan air baku yang memenuhi standar kualitas. 

"Proses distribusi kembali dimulai secara bertahap sejak pukul 05.00 WIB ke jaringan pipa utama," kata Joko.

Menurut Joko, seluruh air yang kini kembali tersalurkan telah melalui proses pengawasan dan dipastikan tidak tercemar secara fisika maupun kimia. "Kami memastikan air yang saat ini diterima pelanggan dalam kondisi aman dan layak digunakan. Dipastikan tidak tercemar fisika maupun kimia," ucapnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)