Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kementerian Kesehatan Asnawi Abdullah saat meninjau CKG di di Jakarta, Selasa (10/2/2026). ANTARA/Mario Sofia Nasution
130 Juta Masyarakat Ditargetkan Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis pada 2026
Achmad Zulfikar Fazli • 10 February 2026 20:39
Jakarta: Kementerian Kesehatan menargetkan 130 juta masyarakat mengikuti program cek kesehatan gratis (CKG) pada 2026. Jumlah tersebut lebih tinggi dari target 2025 sebanyak 70 juta orang.
“Alhamdulillah di tahun 2025, kami berhasil mencapai target sebanyak 70 juta orang memanfaatkan program prioritas Presiden Prabowo ini,” kata Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kementerian Kesehatan Asnawi Abdullah di Jakarta, dilansir dari Antara, Selasa, 10 Februari 2026.
Dia mengatakan pada hari ini, program CKG genap berumur satu tahun dan ada 70 juta warga Indonesia yang sudah menjalankan program tersebut. Sebanyak 25 juta orang merupakan pelajar dari tingkat SD hingga SMA.
"Kami bersyukur 70 juta warga Indonesia memanfaatkan program ini," kata dia.
Untuk fokus tahun ini, lanjut Asnawi, tidak hanya pada pemeriksaan kesehatan, tetapi lebih kepada tindak lanjut yang akan dilakukan dalam menghadapi temuan tersebut.
Dia mencontohkan hasil evaluasi CKG di tingkat pelajar, ditemukan masalah kesehatan terbanyak adalah penyakit gigi serta hipertensi. Ke depan, fokus pada tindak lanjut serta penanganan persoalan yang ditemukan tersebut.
“Kalau hipertensi bagaimana cara pengendalian tekanan darah dan apa yang harus dilakukan. Ini yang akan kami giatkan,” ujar Asnawi.
Baca Juga:
Pastikan Tetap Sehat, Menkes Harap Masyarakat Rutin Cek Kesehatan |

Ilustrasi pemeriksaan kesehatan di puskesmas. Metrotvnews.com/Aris Setya
Untuk seluruh masyarakat ada tiga persoalan, yakni masalah hipertensi, gula darah, dan berat badan. Menurut dia, jika tiga persoalan ini dapat dikendalikan setelah diketahui dari pemeriksaan kesehatan gratis, maka jumlah penyakit katastropik.
Penyakit katastropik adalah kondisi medis serius, seringkali tidak menular, yang berbiaya tinggi, membutuhkan perawatan intensif jangka panjang, serta berpotensi mengancam jiwa atau menyebabkan kecacatan serius. Contoh utamanya, meliputi jantung, kanker, stroke, gagal ginjal, sirosis hati, thalasemia, hemofilia, dan leukemia.
Asnawi menambahkan beban BPJS yang paling besar saat ini adalah penyakit kardiovaskular jantung. Diharapkan, dengan cek kesehatan gratis dapat membangun pola hidup sehat agar kasus ini berkurang.
“Kami dorong masyarakat dapat ambil bagian setiap tahun ikut program CKG agar menekan penyakit tersebut,” tutur Asnawi.