Tahu Sumedang MS Tampil di JJN, Bisnis Turun Temurun yang Raup Omzet Rp1 Miliar per Tahun

Owner Tahu Sumedang MS, dok: MetroTV

Tahu Sumedang MS Tampil di JJN, Bisnis Turun Temurun yang Raup Omzet Rp1 Miliar per Tahun

Putri Purnama Sari • 30 June 2026 10:41

Jakarta: Ilham membawa bisnis keluarga Tahu Sumedang MS ke panggung Juragan Jaman Now (JJN) Season 5. Dalam kesempatan tersebut, ia menawarkan peluang kerja sama investasi senilai Rp500 juta untuk 20 persen kepemilikan perusahaan guna memperluas jangkauan bisnis.

Di hadapan para panelis, Ilham menceritakan bahwa Tahu Sumedang MS merupakan usaha turun-temurun sejak tahun 1980-an, dimana bisnis ini sudah memasuki generasi ketiga. Sang kakek menjadi salah satu pendiri sekaligus orang pertama yang menjual Tahu Sumedang ke luar wilayah Sumedang.

"Generasi pertama ada kakek saya, generasi kedua ada papa saya, dan generasi ketiga ada saya. Kakek saya juga merupakan salah satu orang pertama yang menjual Tahu Sumedang di luar Sumedang," ujar Ilham dalam tayangan Juragan Jaman Now Season 5, yang dikutip Selasa, 30 Juni 2026.

Menurutnya, Tahu Sumedang memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan tahu pada umumnya. Produk tersebut dikenal dengan kulit yang renyah, bagian dalam yang lembut, serta aroma yang khas.

Catat Omzet Rp1 Miliar per Tahun

Ilham mengungkapkan, performa bisnis keluarganya terus menunjukkan hasil positif. Sepanjang periode 2023 hingga 2025, Tahu Sumedang MS mampu membukukan rata-rata omzet Rp1 miliar per tahun dengan keuntungan bersih sekitar 34 persen.

Melalui JJN Season 5, ia berharap dapat menggandeng investor untuk mempercepat pengembangan usaha agar produk khas Sumedang tersebut semakin dikenal di tingkat nasional.

"Besar harapan saya bisa berkolaborasi dengan para panelis untuk membawa Tahu Sumedang dari Sumedang untuk Indonesia," kata Ilham.
 

Operasional Kini Dipegang Generasi Ketiga

Saat ditanya Rex Marindo mengenai kepemilikan usaha, Ilham menjelaskan bahwa Tahu Sumedang MS masih merupakan bisnis keluarga. Namun, seluruh kegiatan operasional kini sepenuhnya berada di bawah tanggung jawabnya.

"Bisnis keluarga. Yang terlibat secara operasional full saya. Orang tua sudah menyerahkan semua tanggung jawab kepada saya," jelasnya.

Kembangkan Varian Produk


Tahu Sumedang MS, dok: Metro TV 

Selain mempertahankan cita rasa khas Tahu Sumedang, Ilham juga mulai melakukan inovasi produk. Menjawab pertanyaan Reino Barack, ia mengaku telah mengembangkan beberapa varian baru.

"Tahu Gejrot sudah kami buat, kemudian ada juga Tahu Isi sebagai varian baru," ungkap Ilham.

Meski demikian, panelis Dian Onno menilai penyajian produk saat sesi presentasi kurang maksimal karena tahu disajikan dalam kondisi dingin, sehingga tekstur renyah yang menjadi keunggulannya tidak sepenuhnya dapat dirasakan.

"Sayang sekali kamu tidak menyajikannya hangat. Karakteristik krispinya jadi tidak terasa oleh semua panelis. Untungnya tahunya tetap enak meski dingin," kata Dian.
 

Irwan Mussry: Mimpinya Harus Lebih Besar

Panelis Irwan Mussry melihat potensi besar yang dimiliki Tahu Sumedang MS. Menurutnya, produk tersebut memiliki kualitas yang baik dan tinggal dikembangkan agar lebih modern serta mampu menarik pasar generasi muda.

"Saya suka dengan profil bisnis kamu. Mimpinya harus lebih besar karena produknya bagus. Bagaimana memodernisasi produk ini menjadi lebih hip, lebih cool, dan lebih muda. Saya yakin itu bisa jika dipimpin dan direncanakan dengan baik," ujar Irwan.

Dengan pengalaman lintas generasi, performa bisnis yang stabil, serta inovasi produk yang terus dilakukan, Ilham berharap Tahu Sumedang MS dapat berkembang lebih luas dan menjadi salah satu ikon kuliner Indonesia yang mampu menjangkau pasar nasional.

(Arga Sumantri)