Pertemuan Menteri Ekonomi ASEAN di Filipina. Foto: ASEAN
ASEAN Dorong Inklusivitas Ekonomi Guna Integrasikan UMKM ke Rantai Nilai Global
Muhammad Reyhansyah • 7 May 2026 20:28
Cebu: ASEAN mendorong peningkatan peran pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di pasar global di tengah ketidakpastian ekonomi dunia akibat konflik di Timur Tengah.
Dalam siaran pers ASEAN Filipina 2026, Wakil Menteri Perdagangan dan Industri Filipina Allan Gepty mengatakan ASEAN tidak hanya diposisikan sebagai pasar regional, tetapi juga sebagai pusat produksi yang terintegrasi dalam rantai nilai global.
“ASEAN merupakan komunitas ekonomi yang diposisikan bukan hanya sebagai pasar, tetapi juga pusat produksi,” ujar Gepty dalam konferensi pers bersama Department of Trade and Industry (DTI) dan Department of Foreign Affairs (DFA) Filipina.
Ia menyebut akses pasar yang lebih luas di kawasan menjadi salah satu cara untuk membantu UMKM berkembang dan memperluas jangkauan bisnis mereka ke tingkat internasional.
“Salah satu agenda perdagangan penting ASEAN adalah inklusivitas, termasuk mengintegrasikan UMKM ke dalam rantai nilai global. Salah satu caranya ialah memberikan akses pasar yang lebih besar di kawasan,” katanya.
Gepty menjelaskan integrasi UMKM ke pasar global tidak hanya berkaitan dengan ekspor barang, tetapi juga membuka peluang kerja sama dengan perusahaan yang telah menjadi bagian dari rantai nilai internasional.
Integrasi Ekonomi Kawasan
Selain perdagangan barang, integrasi ekonomi kawasan juga disebut mencakup sektor jasa, investasi, hingga penciptaan lapangan kerja baru.“Integrasi kawasan ASEAN tidak hanya terbatas pada perdagangan barang. Negara anggota juga dapat memanfaatkan liberalisasi sektor jasa dan mendorong lebih banyak investasi yang membuka peluang usaha serta lapangan kerja,” lanjut Gepty.
Di bawah keketuaan Filipina tahun ini, ASEAN juga mendorong pembentukan ASEAN Center of Excellence for MSMEs yang ditujukan untuk mengintegrasikan berbagai program dan inisiatif pengembangan UMKM di kawasan.
Pusat tersebut diharapkan dapat memperkuat kolaborasi regional sekaligus meningkatkan kapasitas UMKM ASEAN agar mampu bersaing di pasar global.
Selain itu, Filipina turut mendorong penyelesaian dan penandatanganan Digital Economy Framework Agreement serta pembentukan kerangka konektivitas sistem pembayaran regional ASEAN.
Menurut Gepty, platform digital menjadi salah satu instrumen penting untuk membantu UMKM menjangkau pasar luar negeri secara lebih mudah.
“Platform daring menjadi salah satu penyetara peluang bagi UMKM untuk mengakses pasar luar negeri. Karena itu, aturan yang mengatur transaksi digital dan konektivitas pembayaran regional akan sangat membantu,” pungkas Gepty.