Calon Jemaah Haji saat berada di Asrama Haji Makassar, Sulawesi Selatan. (Metrotvnews.com/ Muhammad Syawaluddin)
Kloter Pertama Jemaah Haji Makassar Tiba 1 Juni, Layanan Baru Disiapkan
Muhammad Syawaluddin • 30 May 2026 21:11
Makassar: Jemaah haji Embarkasi Makassar dengan jumlah 16.728 orang, mulai masuk ke Asrama Haji Sudiang pada 1 Juni 2026. Kelompok Terbang (Kloter) pertama yang masuk berasal dari Kabupaten Soppeng, sebanyak.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sulawesi Selatan, Ikbal Ismail, mengatakan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Makassar telah siap secara penuh menyambut kepulangan jemaah haji.
"Kloter pertama dijadwalkan bertolak dari Jeddah pada pukul 03.00 waktu setempat dan tiba di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar di Maros sekira pukul 22.30 WITA," katanya, di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu, 30 Mei 2026.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sulawesi Selatan, Ikbal Ismail, saat diwawancarai, di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu, 30 Mei 2026. Metrotvnews.com/Muhammad Syawaluddin.
Ia mengatakan dalam proses pelayanan kedatangan jemaah haji terdapat peningkatan layanan. Dia mengungkap, bahwa untuk pertama kalinya, jemaah haji Debarkasi Makassar turun dari pesawat melalui garbarata, menggantikan mekanisme sebelumnya yang mengharuskan jemaah turun menggunakan tangga pesawat di apron bandara.
“Ini merupakan peningkatan layanan bagi jemaah. Jemaah yang sehat akan langsung menuju terminal melalui garbarata,” jelasnya.
Penggunaan garbarata merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas pelayanan dan kenyamanan jemaah saat tiba di Tanah Air. Selain itu, untuk lansia dan pengguna kursi roda, PPIH telah menyiapkan layanan khusus berupa akses lift dan pendampingan petugas hingga tiba di Asrama Haji Makassar.
Adapun mekanisme penerimaan dan pemulangan jemaah tetap mengacu pada pola yang telah diterapkan pada tahun-tahun sebelumnya. Setelah diterima secara resmi di Aula Arafah Asrama Haji Makassar, jemaah akan diserahkan kepada pemerintah kabupaten/kota masing-masing untuk dipulangkan ke daerah asal.
Baca Juga :
Selain itu, ia mengingatkan jemaah agar tidak membawa air zamzam di dalam koper bagasi. Pasalnya, keberadaan air zamzam dalam bagasi dapat memicu pemeriksaan tambahan dan menyebabkan koper harus dibongkar oleh petugas.
“Setiap jemaah telah memperoleh jatah air zamzam sebanyak lima liter yang akan didistribusikan melalui mekanisme resmi. Karena itu, kami berharap jemaah tidak lagi membawa air zamzam di dalam koper bagasi,” katanya.
Ikbal berharap seluruh jemaah dapat mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan sehingga proses pemulangan berlangsung lancar, aman, dan nyaman. Secara umum, kata dia, kondisi jemaah asal Sulawesi Selatan yang masih berada di Arab Saudi dilaporkan dalam keadaan baik, dan proses pemulangan dipastikan berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
“Kami berharap seluruh jemaah dapat kembali ke Tanah Air dengan selamat dan berkumpul kembali bersama keluarga dalam keadaan sehat,” harapnya.