Pemerintah Tegaskan Komitmen Pertahanan Lewat Pembangunan 15 PLBN

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari. Foto: Dok. Kantor Staf Presiden.

Pemerintah Tegaskan Komitmen Pertahanan Lewat Pembangunan 15 PLBN

Siti Yona Hukmana • 15 April 2026 19:36

Jakarta: Pemerintah menegaskan komitmennya dalam memantapkan sistem pertahanan dan keamanan negara. Komitmen itu akan diwujudkan melalui pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN).

Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari mengungkapkan capaian program pembangunan PLBN. Menurutnya, sejak Desember 2016 hingga Oktober 2024, Indonesia membangun dan meresmikan 15 PLBN dari 18 PLBN yang diinstruksikan.

Presiden Prabowo Subianto berkomitmen untuk memantapkan sistem pertahanan dan keamanan negara, di mana tercantum dalam salah satu tujuh belas program prioritas Presiden, yaitu penguatan pertahanan dan keamanan negara dan pemeliharaan hubungan internasional yang kondusif,” kata Qodari dalam keterangannya, Rabu, 15 April 2026.

Qodari memerinci 15 PLBN yang dibangun adalah PLBN Entikong (Kalimantan Barat), PLBN Mota’ain (Nusa Tenggara Timur), PLBN Badau (Kalimantan Barat), PLBN Aruk (Kalimantan Barat), PLBN Motamasin (Nusa Tenggara Timur), PLBN Wini (Nusa Tenggara Timur), dan PLBN Skow (Papua). Selain itu, ada PLBN Serasan (Kepulauan Riau), PLBN Jagoi Babang (Kalimantan Barat), PLBN Long Nawang (Kalimantan Utara), PLBN Labang (Kalimantan Utara), PLBN Sebatik/Sei Nyamuk (Kalimantan Utara), PLBN Napan (Nusa Tenggara Timur), PLBN Yetetkun (Papua Selatan), dan PLBN Sota (Papua Selatan).

Kepala Staf Kepresidenan menjelaskan sebanyak 3 PLBN akan dibangun adalah PLBN Sei Kelik (Kalbar), PLBN Oepoli (NTT), dan PLBN Long Midang (Kaltara). Di sisi lain, Qodari menyebut percepatan penanganan dampak penyelesaian penegasan batas darat wilayah negara Indonesia dan Malaysia di Pulau Sebatik selesai dilakukan.

“Penyelesaian penegasan batas di Pulau Sebatik merupakan wujud nyata keberhasilan diplomasi damai yang memperkuat kedaulatan teritorial Indonesia. Dengan disepakatinya garis batas baru, wilayah seluas 127,3 hektare yang pada batas lama merupakan bagian dari Malaysia kini sah menjadi wilayah Indonesia. Sementara itu, hanya 4,9 hektare dari wilayah pada batas lama Indonesia yang kini menjadi bagian dari Malaysia,” ungkap Qodari.

Konferensi Pers Update Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) dan Persiapan Penyelenggaraan Ibadah Haji 2026, di Gedung Bina Graha, Komplek Istana Merdeka, Jakarta. Foto: Dok. Kantor Staf Presiden.

Qodari menjelaskan 15 PLBN yang beroperasi kini menjalankan peran strategis, tidak hanya sebagai penguat pertahanan dan keamanan, tetapi sebagai motor penggerak mobilitas dan ekonomi masyarakat di wilayah perbatasan. Hal ini dibuktikan dari capaian pada 2025, di mana lebih dari 2,4 juta orang melintas di 15 PLBN dengan total nilai perdagangan mencapai Rp13,5 triliun.

“Pemerintah berkomitmen penuh memastikan bahwa kehadiran negara dirasakan oleh warga yang terdampak pergeseran batas ini. Percepatan ganti kerugian dan perlindungan hak-hak masyarakat menjadi prioritas utama agar tidak ada warga negara yang dirugikan secara sosial maupun ekonomi akibat penegasan batas negara tersebut,” ungkap Qodari.

Untuk menjamin operasionalisasi PLBN yang berkesinambungan, pemerintah menetapkan pagu anggaran tahun 2026 sebesar Rp86 miliar. Sementara itu, 3 PLBN lainnya terus dikejar penyelesaiannya, yaitu PLBN Sei Kelik yang menunggu kesepakatan titik exit-entry, PLBN Oepoli menunggu penyelesaian garis batas dengan Timor Leste, dan PLBN Long Midang masih berhadapan dengan tantangan akses material.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Siti Yona Hukmana)