Protes Anti Imigran di Irlandia Utara Picu Pembakaran Rumah Warga Belfast

Mobil-mobil warga Belfast, Irlandia Utara yang dibakar saat protes. Foto: PA

Protes Anti Imigran di Irlandia Utara Picu Pembakaran Rumah Warga Belfast

Fajar Nugraha • 10 June 2026 17:39

Belfast: Kekerasan meletus pada Selasa 9 Juni 2026 malam di kota Belfast, Irlandia Utara, ketika para demonstran anti-imigran melakukan kerusuhan di kota tersebut.

Kerusuhan terjadi setelah serangan pisau yang diduga dilakukan oleh seorang pria Sudan. Tersangka didakwa dengan percobaan pembunuhan.

Para pengunjuk rasa membakar bangunan dan kendaraan serta memblokir jalan. Sementara imigran asal Sudan, dijadwalkan hadir di pengadilan di Irlandia Utara pada Rabu.

Tersangka, seorang pengungsi berusia 30 tahun, dijadwalkan hadir di pengadilan untuk menghadapi dakwaan percobaan pembunuhan, kepemilikan benda tajam di tempat umum, dan ancaman pembunuhan.

Apa yang terjadi selama kerusuhan di Belfast?

Menteri Pertama Irlandia Utara, Michelle O'Neill, mengatakan bahwa sekelompok pria bertopeng membakar rumah-rumah dan memaksa keluarga-keluarga keluar dari rumah mereka saat gelombang kekerasan menyebar di seluruh kota pada Selasa malam.

"Sekelompok pria bertopeng yang membakar rumah-rumah keluarga adalah tindakan pengecut yang menjijikkan,” ujar O’Neill, seperti dikutip dari BBC.



BBC melaporkan bahwa terdengar teriakan "orang asing keluar" selama kerusuhan.

Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, juga mengutuk kekerasan tersebut, menyebutnya "mengejutkan dan tidak dapat diterima."

"Tidak ada pembenaran untuk kekerasan dan kekacauan yang kita lihat mengancam komunitas kita, maupun bagi mereka yang mendorongnya, baik secara daring maupun di tempat lain," kata Starmer dalam sebuah pernyataan yang diposting di X.

"Jelas bahwa orang-orang menjadi sasaran tadi malam karena latar belakang mereka dan saya tidak akan mentolerirnya. Mereka yang bertanggung jawab akan merasakan kekuatan penuh hukum," tambah Starmer.

Pada hari Selasa, polisi mendesak masyarakat untuk tidak melakukan kekerasan, setelah seruan dari tokoh-tokoh sayap kanan untuk melakukan protes anti-imigrasi.

Miliarder teknologi Elon Musk me-retweet sebuah unggahan yang menyerukan demonstrasi anti-migrasi nasional oleh Stephen Yaxley-Lennon yang lebih dikenal sebagai Tommy Robinson.

"Hanya dengan berdemonstrasi BERULANG KALI dan DENGAN KERAS akan ada perubahan!!" tambah Musk.

Apa yang memicu gelombang kekerasan di Belfast?

Kemarahan telah menyebar di Irlandia Utara dan Inggris Raya setelah video yang menunjukkan serangan pada hari Senin menjadi viral. Seorang pria berusia 40-an mengalami luka serius di leher dan kepalanya.

“Tersangka tiba di Inggris pada 2023 dan memiliki izin tinggal yang berlaku hingga 2028,” kata kepala polisi Irlandia Utara Jon Boutcher, menambahkan bahwa tersangka "tidak dikenal" oleh polisi.

Dalam pernyataan bersama, para pemimpin dari lima partai politik terbesar di Irlandia Utara mengecam serangan pisau tersebut, dengan mengatakan "tidak ada tempat di masyarakat kita untuk kebrutalan semacam ini."

Penusukan tersebut, yang oleh Starmer disebut "mengerikan" dan "menjijikkan," terjadi setelah protes jalanan yang disertai kekerasan di Southampton, Inggris selatan, di tengah kemarahan atas cara polisi menangani pembunuhan seorang mahasiswa kulit putih muda yang ditikam hingga tewas oleh seorang pria Sikh Inggris yang secara salah menuduhnya telah mengalami pelecehan rasial.

Imigrasi telah berkembang menjadi topik kontroversial di Inggris, membantu partai-partai sayap kanan seperti Reform UK pimpinan Nigel Farage melonjak dalam jajak pendapat.

(Fajar Nugraha)