CEO Danantara Rosan Roeslani saat sambutan di Danantara Housing Expo 2026. Foto: Metrotvnews.com/Andika Fauzan.
Danantara Dorong Ekosistem Perumahan, Likuiditas Rp130 Triliun Disiapkan
Andika Fauzan Azhari • 27 August 2026 17:16
Tangerang: Pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) dan ekosistem Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyiapkan dukungan anggaran berskala besar hingga Rp130 triliun untuk mempercepat penyediaan hunian layak bagi masyarakat. Komitmen pembiayaan ini ditegaskan dalam pembukaan Danantara Housing Expo 2026 yang berlangsung pada 27-30 Agustus 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, Kabupaten Tangerang, Banten.
Langkah strategis tersebut dihadirkan guna memperkuat ekosistem perumahan nasional serta mendukung eksekusi Program 3 Juta Rumah yang menjadi prioritas pemerintah.
Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani menyampaikan, eksistensi pameran ini hadir sebagai wujud dukungan nyata seluruh ekosistem BUMN dalam menjembatani kebutuhan hunian masyarakat, khususnya segmen menengah ke bawah.
"Melalui pameran ini, kami berupaya menghadirkan pasokan hunian terbaik dengan harga terjangkau, pembiayaan yang kompetitif, serta akses yang lebih mudah bagi masyarakat," ujar Rosan Roeslani saat membuka acara tersebut.
Rosan memaparkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2026, masih terdapat sekitar 9,29 juta rumah tangga yang belum memiliki rumah serta 18 juta rumah tangga yang menempati hunian tidak layak. Untuk itu, pameran ini menghadirkan lebih dari 120 ribu pilihan properti dari 130 pengembang BUMN dan swasta dengan total nilai inventori mencapai Rp9,79 triliun.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait. Foto: Metrotvnews.com/Andika Fauzan.
Dukungan pembiayaan makro dan pelonggaran likuiditas
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menjelaskan total dukungan dana Rp130 triliun tersebut berasal dari alokasi kredit program perumahan pemerintah sebesar Rp50 triliun, serta tambahan likuiditas perbankan dari Bank Indonesia (BI) senilai Rp80 triliun.
"Program perumahan sangat membutuhkan kolaborasi seluruh pihak. Dari segi pembiayaan, melalui kredit program perumahan telah disiapkan dukungan dana yang sangat besar, tahun ini Rp50 triliun dari segi supply dan demand," tegas Maruarar Sirait.
Maruarar juga mengapresiasi dukungan BI yang menerbitkan kebijakan pelonggaran Giro Wajib Minimum (GWM) dari lima persen menjadi empat persen untuk mendorong peningkatan pembiayaan perumahan nasional.
"Kebijakan ini memberikan tambahan likuiditas sekitar Rp80 triliun untuk mendorong peningkatan kuota FLPP yang terbesar sepanjang sejarah, dari sebelumnya sekitar 220 ribu rumah per tahun menjadi 350 ribu unit untuk perumahan subsidi," kata Maruarar.
Melalui integrasi kucuran dana Rp130 triliun, kemudahan kredit perbankan Himbara, serta kolaborasi pengembang BUMN dan swasta, gelaran Danantara Housing Expo 2026 diharapkan mampu menggerakkan industri perumahan sekaligus menciptakan dampak ganda (multiplier effect) bagi pertumbuhan ekonomi nasional.