Pasar Kosambi Bandung Dilirik Investor, Farhan Soroti Tata Kelola Kawasan

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan Saat meninjau Pasar Kosambi. (metrotvnews.com/Roni K)

Pasar Kosambi Bandung Dilirik Investor, Farhan Soroti Tata Kelola Kawasan

Roni Kurniawan • 1 September 2026 20:47

Bandung: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung membuka peluang investasi untuk mengembangkan kawasan Pasar Kosambi. Namun, di tengah potensi bisnis yang cukup besar, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menilai pembenahan tata kelola kawasan masih menjadi pekerjaan rumah.

Peluang investasi tersebut ditandai dengan penandatanganan letter of intent (LoI) antara Pemkot Bandung dan Bank Mandiri. Kerja sama ini diharapkan membuka akses pembiayaan sekaligus mendorong pengembangan berbagai potensi usaha di kawasan Pasar Kosambi.

Farhan mengatakan, Pasar Kosambi memiliki ekosistem bisnis yang cukup beragam. Selain pedagang pasar tradisional, terdapat pelaku usaha yang mengelola Hallway serta berbagai aktivitas ekonomi lainnya.

"Ini menjadi sebuah peluang investasi dengan bentuk bisnis model yang bervariasi," ujar Farhan saat meninjau Pasar Kosambi dalam penilaian West Java Investment Challenge (WJIC) 2026, Selasa, 1 September 2026.

Menurut Farhan, Bank Mandiri nantinya dapat membawa sejumlah nasabah yang memiliki kapasitas untuk berinvestasi di kawasan tersebut. Dengan demikian, pengembangan Pasar Kosambi tidak hanya bertumpu pada aktivitas perdagangan yang sudah berjalan, tetapi juga diarahkan menjadi kawasan bisnis dengan model usaha yang lebih beragam.

Kendati demikian, Farhan menegaskan investasi harus diikuti dengan tata kelola kawasan yang baik. Ia menilai, kondisi fisik Pasar Kosambi saat ini memang sudah terlihat baik, tetapi pengelolaannya masih belum optimal.

"Kalau buat saya paling penting adalah tata kelola. Sekarang sudah bagus belum? Bagus ya kelihatannya, tapi tata kelolanya belum optimal," tutur Farhan.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. (Metrotvnews.com/Roni K)

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian ialah aktivitas perdagangan di sekitar kawasan pasar, terutama pada malam hingga dini hari. Keberadaan pedagang kaki lima pada malam hari hingga aktivitas pasar tumpah pada pagi hari dinilai perlu ditata agar tidak mengganggu fungsi jalan.

Persoalan tersebut semakin penting karena kawasan Pasar Kosambi juga berkaitan dengan penataan jalur Bus Rapid Transit (BRT). Menurut Farhan, aktivitas ekonomi di kawasan tersebut harus dapat berjalan beriringan dengan kebutuhan transportasi dan mobilitas masyarakat.

"Makanya ini harus jadi pemikiran. Kalau buat kami sih tata kelola yang paling penting," sahut Farhan.

Farhan juga menegaskan skema pembiayaan yang disiapkan Bank Mandiri merupakan investasi bisnis, bukan bantuan sosial. Karena itu, modal yang dikucurkan harus menghasilkan keuntungan dan dikembalikan sesuai mekanisme pembiayaan yang disepakati.

"Kalau modal dari Bank Mandiri itu mesti dibalikin sama untungnya. Jadi bukan sumbangan sosial," pungkasnya.

(Lukman Diah Sari)