Yaman Klaim Cegat 4 Kapal Berisi Bahan Peledak Milik Houthi di Laut Merah

Militer Yaman mengklaim mencegat empat kapal bermuatan bahan peledak milik Houthi di Laut Merah. (Anadolu Agency)

Yaman Klaim Cegat 4 Kapal Berisi Bahan Peledak Milik Houthi di Laut Merah

Muhammad Reyhansyah • 1 September 2026 12:00

Sanaa: Tentara Yaman mengklaim telah mencegat empat kapal bermuatan bahan peledak milik kelompok Houthi yang berupaya mendekati Pulau Hanish dan Zuqar di Laut Merah.

Pusat Media Angkatan Bersenjata Yaman dalam pernyataan melalui platform X menyebut unit angkatan laut dan pertahanan pesisir terlibat dalam sejumlah bentrokan dengan empat “kapal bunuh diri” Houthi setelah mendeteksi keberadaan mereka di sekitar kedua pulau tersebut.

“Kapal-kapal tersebut berusaha mendekati kedua pulau yang berada di bawah kendali pasukan pemerintah Yaman dan menghadap jalur pelayaran internasional. Upaya tersebut kemudian dihentikan oleh pasukan angkatan laut,” sebut pernyataan itu, dikutip dari Anadolu, 1 September 2026.

Militer Yaman mengatakan aktivitas kapal Houthi terpantau cukup intens sepanjang hari ketika kelompok tersebut berulang kali berusaha mendekati pulau-pulau yang dikuasai pemerintah.

Sebelumnya pada Senin, Pasukan Perlawanan Nasional yang bersekutu dengan pemerintah juga melaporkan adanya pergerakan berulang kapal-kapal Houthi yang membawa bahan peledak pada Minggu dan Senin.

Menurut kelompok tersebut, kapal-kapal itu berupaya mendekati pulau dan kemudian dicegat oleh pasukan angkatan laut. Namun, Pasukan Perlawanan Nasional tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai operasi tersebut.

Houthi belum memberikan tanggapan atas klaim tersebut.

Insiden terbaru ini terjadi ketika ketegangan antara pasukan pemerintah Yaman dan Houthi kembali meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Yaman relatif tenang sejak 2022 setelah bertahun-tahun dilanda perang antara pemerintah dan Houthi, yang menguasai ibu kota Sanaa serta sejumlah wilayah lain sejak 2014.

Koalisi pimpinan Arab Saudi yang mendukung pemerintah Yaman mendukung pasukan pemerintah dalam konflik tersebut, sementara Iran dituduh memberikan dukungan kepada Houthi.

Juli lalu, Houthi mengumumkan blokade maritim terhadap Arab Saudi, yang semakin meningkatkan kekhawatiran mengenai keamanan pelayaran di kawasan Laut Merah.

Baca juga: Militer Yaman Serang Depo Amunisi Houthi dengan Drone

(Willy Haryono)