Proses penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Blok Ranu Kembang, Gunung Semeru/Balai Besar TNBTS
Api di Tanjakan Cinta Semeru Masih Berkobar, Medan Terjal jadi Kendala
Daviq Umar Al Faruq • 28 August 2026 19:25
Malang: Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) bersama tim gabungan terus memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Semeru. Petugas saat ini memfokuskan pemadaman pada titik api yang masih aktif di area ketinggian.
Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, mengungkapkan kobaran api masih menyala di kawasan Tanjakan Cinta. Jarak tempuh yang jauh serta topografi terjal menjadi kendala utama dalam memobilisasi petugas dan peralatan.
"Dari pantauan kami, api masih menyala di lokasi atas, di sekitar Tanjakan Cinta. Sampai tadi masih ada," kata Rudijanta di Malang, Jumat, 28 Agustus 2026.
"Ini sedang upaya dipadamkan karena memang kalau kita lihat lokasinya kan memang juga cukup jauh. Mencapai ke sana mobilisasi petugas pun membutuhkan waktu yang cukup lama. Dan penggunaan alat-alat juga kurang memungkinkan sehingga hanya mengandalkan peralatan untuk memukul api atau gepyok yang digunakan untuk memadamkan," jelas Rudijanta.

Proses penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Blok Ranu Kembang, Gunung Semeru/Balai Besar TNBTS
Selain penanganan darat, bantuan pemadaman melalui udara juga telah dikerahkan sejak pagi hari. Pembasahan fokus dilakukan sebanyak belasan kali pengemboman air atau water bombing di area Panggonan Cilik dekat Ranu Kumbolo.
"Memang tadi pagi sempat dilakukan water bombing yang didukung dari BPBD Provinsi Jawa Timur. Sudah dilakukan sekitar 13 kali di sekitar area di Panggonan Cilik di dekat Ranu Kumbolo," ungkap Rudijanta.
Meski pemadaman udara telah dilakukan, penyisiran dan kontrol di jalur darat tetap diperketat oleh tim gabungan. Pihak balai besar berupaya melokalisasi sisa titik api agar tidak terus meluas ke area vegetasi lainnya.